Pyongyang menyampaikan penyesalan atas jatuhnya korban jiwa akibat banjir sungai Imjin  open the window of AOD

2009-10-15

Korea Utara telah menyatakan rasa "penyesalannya" atas jatuhnya beberapa orang korban meninggal warga Korea Selatan akibat pembuangan air bendungan Hwanggang ke sungai Imjin secara tiba-tiba pada bulan lalu. Pernyataan itu disampaikan pada perundingan kerjasama pengendalian banjir sungai yang mengalir di sepanjang wilayah kedua negara. Lima orang dewasa dan seorang anak-anak tewas akibat banjir yang terjadi dengan cepat pada 6 September lalu. Saat Korea Utara, pada waktu subuh, membuka pintu bendungan hulu tanpa pemberitahuan, mereka sedang berkemah atau memancing di dekat muara Sungai Imjin. Para pejabat Korea Utara juga memberikan pernyataan dukacita kepada keluarga korban pada perundingan antarKorea yang diselenggarakan di perbatasan utara dari kota Gaeseong.

Ini adalah pertemuan yang pertama kalinya antara kedua belah pihak sejak perundingan tingkat kerja ketiga dilaksanakan di kompleks industri gabungan Gaeseong pada tanggal 2 Juli yang lalu. Pada pembicaraan yang terakhir, Korea Selatan mengusulkan diskusi antara kedua belah pihak tentang cara membangun sebuah sistem untuk pencegahan banjir dan penggunaan bersama aliran sungai Imjin. Korea Utara berjanji akan memberikan pemberitahuan terlebih dahulu kepada Korea Selatan sebelum melakukan membuang air bendungan.

Secara harfiah, Korea Utara mengungkapkan penyesalan dan bela sungkawa, tapi Seoul menafsirkan hal ini sebagai permintaan maaf berkenaan dengan insiden yang terjadi. Dalam pengarah rutin, kantor kepresidenan Korea Selatan juga menafsirkan hal tersebut sebagai pernyataan Pyongyang untuk bersedia memperbaiki hubungan dengan Korea Selatan. Dapat dikatakan ini adalah tanda yang sangat positif untuk menciptakan suasana untuk pelaksanaan dialog antara Korea Utara dengan Korea Selatan.

Korea Selatan telah menyatakan bahwa masalah nuklir Utara harus diutamakan dalam agenda pada perundingan antarKorea Utara dengan Korea Selatan, tetapi Korea Utara tidak setuju dengan pernyataan Seoul tersebut. Akan tetapi, nampaknya hubungan yang tegang antara Seoul dan Pyongyang agak mereda, setelah pembicaraan pengendalian banjir barubaru ini. Bahkan,ekspresi penyesalan Korea Utara atas kematian tragis akibat banjir itu merupakan suatu hal yang tidak terduga. Pyongyang baru-baru ini menyatakan kesediaannya untuk meningkatkan hubungan dengan Korea Selatan melalui kunjungan Perdana Menteri Cina Wen Jiabao. Korea Utara juga menunjukkan sikap luwes yang jelas dengan membuat sebuah tanggapan cepat yang tidak berkarakteristik terhadap usulan Seoul untuk perundingan tingkat kerja pada pencegahan banjir dan isu-isu kemanusiaan.

Perundingan terus berjalan seperti yang dijadwalkan, meskipun Korea Utara melakukan uji penembakan lima peluru kendali jarak pendek pada Senin malam dari pantai timur. Sebelum uji coba, Seoul telah mengusulkan perundingan tingkat kerja atas pencegahan banjir. Korea Selatan menanggapi tes rudal ini dengan tenang, dan terus melanjutkan perundingan, agar tidak kehilangan kesempatan untuk mengikat Korea Utara.

Pemerintah Korea Selatan mengusulkan pembicaraan "tingkat rendah" tentang pencegahan banjir dan pertemuan tingkat kerja Palang Merah, dan Korea Utara dengan segera menerima usulan dan menyatakan penyesalannya, serta menunjukkan kesediaannya untuk melanjutkan momentum untuk berdialog. Jika kedua belah pihak sepakat untuk melaksanakan reuni keluarga yang dipisahkan oleh Perang Korea secara teratur dan memulai kembali bantuan beras ke Korea Utara pada pembicaraan Palang Merah antarKorea Utara yang dijadwalkan pada hari Jumat, maka dialog antara Korea Utara dengan Korea Selatan bisa membaik secara dramatis.

Masyarakat internasional telah menekan Korea Utara karena program senjata nuklir mereka. Dengan mengubah tekanan menjadi dialog, diharapkan pembicaraan baru-baru ini akan memberikan momentum untuk mempromosikan perdamaian dan kerjasama antar Korea Utara dan Korea Selatan.

  • Top
  • Print
  • Twitter
  • Facebook
prev  prev  1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 next