Menunjukkan Kembali Kekuatan Korea  open the window of AOD

2015-12-29

Menunjukkan Kembali Kekuatan Korea

Pada tgl.15 Agustus tahun 1945, kemerdekaan yang diinginkan semua orang tercapai. Pada tgl.15 Agustus tahun 1948, warga masyarakat Korea memiliki harapan baru karena pemerintah Republik Korea diluncurkan. Namun, pada tgl.25 Juni tahun 1950, Perang Korea antar sebangsa meletus. Pada waktu itu, Korea Selatan merupakan salah satu negara termiskin di dunia tanpa harapan apapun. Namun, situasi seperti ini semakin berubah sejak tahun 1962 ketika 'rencana pengembangan ekonomi 5 tahun' dilaksanakan oleh pemerintah. Selain itu, gerakan membangun desa atau Saemaeul Undong yang berjalan secara nasional mendorong pengembangan ekonomi sebagai penyangga mental.

Korea Selatan yang mendapat bantuan dari negara lain mewujudkan pertumbuhan pesat sebesar lebih 10% tiap tahun. Namun, waktu itu, demokratisme tidak berkembang. Presiden Park Chung-hee yang memegang kekuasaan melalui kudeta militer 16 Mei tahun 1962 melakukan revisi konstitusi agar dapat menjabat sebagai presiden untuk jangka panjang. Akibat pembunuhan Presiden Park Chung-hee tahun 1979, pemerintahan Yushin juga berakhir. Pada musim semi tahun 1980, ambisi rakyat Korea Selatan untuk demokrasi mencapai puncaknya. Semangat demokrasi di Gwangju menyemarakkan Perjuangan Demokrasi 10 Juni pada tahun 1987, dan akhirnya pemerintah mengumumkan Deklarasi 29 Juni.

Sementara, hubungan antara Korea Selatan dan Korea Utara juga berubah menjelang pertengahan tahun 80-an. Korea Utara terus melakukan provokasi namun, pada tahun 1984, Korea Utara memberi bantuan kepada para pengungsi Korea Selatan yang mengalami kesulitan akibat kebanjiran. Karenanya, pertukaran kelompok pementasan seni budaya antar Korea dilaksanakan untuk pertama kali pada tahun 1985. Olimpiade Seoul tahun 1988 merupakan peristiwa yang bersejarah. Dengan pembukaan Olimpiade Seoul, Korea Selatan menyediakan landasan untuk meloncat kembali ke panggung dunia. Namun, pada tahun 1997, krisis terbesar setelah Perang Korea melanda Korea Selatan. Korea Selatan memanfaatkan krisis itu sebagai peluang baru, sehingga memperbaiki struktur ekonomi yang rapuh diakibatkan pertumbuhan ekonomi yang cepat. Pada bulan Juni tahun 2000, pemimpin dari Korea Selatan dan Korea Utara bertemu. Pertemuan antara pemimpin dua Korea mengeluarkan 'pernyataan bersama antar Korea 15 Juni', dan hubungan dua Korea melangkah ke depan. Piala Dunia Korea Selatan dan Jepang tahun 2002 menunjukkan semangat tinggi Korea Selatan. Pengaruh budaya Korea yang mulai disemarakkan oleh drama dan K-pop pada tahun 90-an memikat hati masyarakat dunia melalui lagu Gangnam Style dari Psy pada tahun 2012. Selain itu, peluncuran satelit Naro tahun 2013 membuat nama Korea Selatan tercantum di 'Space Club', dan hal itu membuat era angkasa di Korea Selatan dibuka secara aktif.

Pada tahun 2015 ini, masyarakat Korea Selatan mengalami kesulitan akibat MERS. Khususnya, akibat provokasi ranjau darat kotak kayu oleh Korea Utara pada bulan Agustus lalu membuat ketegangan militer antara Korea Selatan dan Korea Utara mencapai puncaknya. Namun, lembaga pemeringkat Moody's menaikkan peringkat kredit internasional Korea Selatan ke Aa2, dan berkat penandatanganan FTA dengan negara lain, wilayah ekonomi Korea Selatan diperluas sampai 73,5% dari pasar dunia. Berbagai upaya untuk meningkatkan pamor Korea Selatan di panggung dunia terus berlangsung. Melalui pertemuan tingkat tinggi antara Korea Selatan dan Jepang, pemecahan masalah wanita perbudakan syahwat mengalami kemajuan. Demikianlah, pada tahun 2015, 70 tahun kemerdekaan, Korea Selatan melakukan upaya keras untuk membuat kisah legendaris yang baru.

Perjalanan selama 70 tahun bagi Korea Selatan yang melangkah ke panggung dunia dengan industrialisasi dan demokrasi. Korea Selatan yang mengatasi kesengsaraan dan kesulitan dengan keuletan dan kerajinan tetap dipacu untuk masa depan yang lebih baik.

Menunjukkan Kembali Kekuatan Korea

  • Top
  • Print
  • Twitter
  • Facebook
prev  prev  1 2 3 4 5 6 next