Sungai Imjin di Paju, Jalur Perdamaian di Tengah Ketegangan  open the window of AOD

2009-12-01

Sungai Imjin di Paju, Propinsi Gyeonggi adalah satu-satunya sungai yang menghubungkan antara Korea Selatan dan Korea Utara. Meskipun terletak di dekat perbatasan garis paralel 38 DMZ, Zona Demarkasi Militer berpengawalan ketat, banyak turis berkunjung kemari untuk melihat pemandangan alamnya yang indah dan membawa serta harapan mereka agar Korea Selatan dan Utara segera bersatu kembali.

Di Mintongseon atau Garis Kontrol Sipil, Baegun-ri, Kota Paju, penduduk sipil dilarang masuk walaupun masih ada beberapa warga tinggal disini. Mintongseon terkenal sebagai habitat dari “gorani“ atau rusa besar yang merupakan harta alami Korea Selatan No. 102. Selain itu Mintongseon juga dijadikan tempat peristirahatan burung-burung yang sedang bermigrasi saat pergantian musim. Karena itu disini terdapat Pusat Penelitian Eco DMZ yang memantau kelangsungan hidup fauna DMZ.

Melewati Sungai Imjin, pemberhentian terakhir dan paling utara di Korea Selatan adalah Stasiun Dorasan yang bersejarah. Stasiun ini dibuka pada tanggal 11 April 2002 sebagai bagian dari proyek rel kereta inter-Korea yang menghubungkan antara Korea Selatan dan Utara. Dari Stasiun Dorasan ini, jalur rel dilanjutkan menuju Stasiun Panmun, Sonha, Bongdong, hingga Stasiun Gaeseong di Korea Utara. Sayangnya hanya satu jalur rel di Stasiun Dorasan digunakan, dan bagian utara dari rel stasiun ini ditutup. Hal ini juga melambangkan kepedihan warga Korea akibat Perang Korea yang memisahkan sebagian penduduk Korea dari keluarga mereka.

Di dekat Stasiun Sungai Imjin, satu stasiun setelah Dorasan sedang diadakan Festival Kacang Jangdan Paju. Kacang Jangdan terkenal akan nutrisinya yang tinggi dan kandungan gizinya yang tidak dimiliki kacang dari daerah lain. Ini dikarenakan kacang Jangdan tumbuh di area berekologi bersih dan kualitasnya dijamin, mulai dari produksi penanaman, panen, hingga jalur distribusi yang transparan. Taun 2009 ini adalah tahun ke-13 festival ini diadakan, dan untuk merayakannya nasi kacang Jangdan sebanyak 2009 porsi pun dibuat.

Tentunya menaiki kapal layar Hwangpodotbae adalah salah satu kegiatan wisata Kota Paju yang tidak boleh terlewatkan. Hwangpodotbae adalah kapal layar kuno yang digunakan warga Korea untuk mengangkut garam, udang, ikan, dan beras dari Duji-naro di Paju menuju Mapo-naru di Seoul di Era Joseon, sebelum Perang Korea dimulai. Kain layarnya yang berwarna kuning melambangkan sejarah dan semangat warga Paju. Saat itu kain katun adalah satu-satunya kain yang tersedia, sehingga warga lokal mewarnainya kuning tanah agar tampak cantik dan tahan lama. Sejak lima tahun lalu kapal ini dioperasikan kembali untuk mengenang Sungai Imjin di masa lalu, sambil membawa penumpangnya melihat-lihat pemandangan unik Sungai Imjin seperti Garangpo yang dulu dilalui oleh kapal pembawa garam dan udang, Tebing Jajangri yang terbentuk 600-ribu tahun lalu akibat aliran lava letusan gunung di Cheorwon, dan lain-lain.

Pemandangan matahari terbenam pun semakin indah terpantul di air Sungai Imjin yang membuatnya berkilap-kilap. Sekali lagi, impian warga Korea akan bersatunya kedua negara mereka tertuai di Sungai Imjin.

  • Top
  • Print
  • Twitter
  • Facebook
prev  prev  1 2 3 4 5 next