|
| Semenanjung Korea pasca kematian Kim Jong-il |
2011.12.20  |
|
|
|
| |
Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong-il telah meninggal dunia. Berita duka itu telah mengirimkan gelombang mengejutkan ke seluruh dunia. Kematian Kim Jong-il yang telah menyita perhatikan besar sejak diangkat sebagai penguasa kedua di negara komunis pada tahun 1974 membuat seluruh Semenanjung Korea, termasuk negara Korea Utara menghadapi tahap baru.
Kim Jong-il lahir di daerah Timur Jauh Rusia pada tahun 1941. Ibu kandungnya, Kim Jeong-suk sudah meninggal sewaktu Kim Jong-il masih kecil. Peristiwa kehilangan ibunya berdampak buruk pada pembentukan sifat Kim Jong-il. Setelah lulus Universitas Kim Il-sung pada tahun 1964, Kim Jong-il menampilkan diri di panggung politik dengan berpartisipasi pada berbagai kegiatan partai politik.

Kim Il-sung ingin mempertahankan dan mengembangkan kedudukannya sebagai pemimpin tertinggi. Karena, dia sudah menyaksikan terjadinya gerak-gerik penurunan martabat pemimpin di negara-negara komunis di kawasan Eropa Timur dan Cina setelah pemimpinnya meninggal dunia. Dengan latar belakng ini Kim Jong-il dipilih pewaris kekuasaan oleh Kim Jong-il, ayahnya. Selain kepercayaan Kim Il-sung terhadap putranya itu, hasrat Kim Jong-il yang kuat akan kekuasaan juga merupakan unsur penting untuk mengukuhkan posisi pewarisnya.
Bulan Februari tahun 1974, Kim Jong-il ditetapkan secara resmi sebagai pewaris. Dia membuat 10 prinsip untuk pemikiran keesaan yang disebut juga sebagai Dokumen April itu segera berubah menjadi pemikiran Juche atau semangat pembangunan nasional dengan mandiri.
Dalam tahun 1990-an, banyak perubahan terjadi di seluruh dunia, termasuk persatuan negara Jerman pada tahun 1990 dan keruntuhan Uni Soviet pada tahun 1991. Dalam suasana perubahan seperti itu, negara-negara komunis lain memilih pembaharuan dan keterbukaan tetapi Korea Utara tidak inign mengambil jalan yang sama dengan mereka. Kim Jong-il memilih jalan yang sama sekali lain dengan arus sejarah dunia itu.
Pada bulan Agustus tahun 2008, Kim Jong-il dikabarkan jatuh sakit dan Korea Utara akan mempercepat pewarisan kekuasaan kepada putranya sendiri. Akhirnya, Kim Jong-un sebagai putra ke-3 Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-il secara resmi tampil di kancah politik Korea Utara sebagai pewaris kekuasaan dalam konferensi delegasi ke-3 Partai Buruh pada bulan September tahun 2010.

Kim Jong-il yang berkuasa luar biasa sebagai pemimpin tertinggi Korea Utara selama puluhan tahun sudah kembali kepada sang Pencipta. Oleh sebab itu Korea Utara telah memasuki tahap sulit yang tidak dapat diperkirakan. Krisis biasanya menjadi kesempatan demi lompatan baru. Kalau begitu, apa yang harus dipersiapkan oleh Korea Selatan? Pertama, dari segi keamanan sangat penting mengawasi senjata nuklir yang dapat dimasuki oleh kelompok ekstrim. Selain itu dari segi hubungan Korea Selatan dan Utara, Korea Selatan harus mengawasi Korea Utara supaya ketidaksesuaian dalam masyarakat Korea Utara meledak dan membuat keadaan Semenanjung Korea yang tidak stabil. Pengawasan itu tidak mudah dilakukan Korea Selatan sendiri, maka diperlukan kerjasama dengan masyarakat internasional, termasuk negara-negara tetangga. Ketiga, perlu menyediakan keadaan yang dimanfaatkan Korea Utara untuk menghadirkan pimpinan yang reformis dan terbuka. Disamping itu, diperlukan juga dukungan pangan bagi warga penduduk Korea Utara dari segi kemanusiaan.
|
|