|
Tanggal 6 Juli 2011 di kota Durban, Afrika Selatan, Komite Olimpiade
Internasional (IOC) memilih kota Pyeongchang sebagi tuan rumah Olimpiade
Musim Dingin 2018. Dari persaingan ketat dengan 2 kota kandidat lainnya,
Munich, Jerman dan Annecy, Perancis, kota Pyeongchang terpilih menjadi
tempat penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin yang ke-23. Pyeongchang,
daerah seluas 14.637.000 kilometer persegi ini adalah sebuah kota
kecil dengan populasi 40 ribu jiwa. Namun kondisi lingkungan alam
yang baik termasuk ketebalan salju setinggi 270cm sangat sesuai untuk
Olimpiade Musim Dingin dan menjadikan Pyeongchang sebagai tempat
olahraga untuk musim dingin yang utama di Korea Selatan. Pyeongchang
yang mempunyai rasa percaya diri setelah menyelenggarakan Asian Game
Musim Dingin pada tahun 1999 melemparkan tantangan di panggung olahraga
dunia. Namun Pyeongchang mengalami kegagalan untuk menjadi tuan rumah
Olimpiade Musim Dingin 2010 dan 2014. Akan tetapi tantangan Pyeongchang yang ketiga akan aspirasi Olimpiade dimulai lagi dengan slogan baru, 'New Horizons'. Berdasarkan slogannya Pyeongchang menyediakan fasilitas modern dan efisien serta memfokuskan pada atlet supaya menampilkan kemampunannya sebaik mungkin. Selain itu prestasi Korea Selatan dalam Olimpiade Musim Dingin Vancouver 2010 yang memperoleh peringkat ke-5 mengukuhkan basis Pyeongchang untuk menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 2018. Salah satu aktivitas promosi Pyeongchang untuk menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 2018 adalah 'Dream Program' atau 'Program Impian' yang menyediakan peluang untuk mengalami olahraga musim dingin bagi kaum anak dan remaja dari negara Afrika dan Asia yang tidak mempunyai salju. Melalui pelaksanan program ini Pyeongchang mewujudkan cita-cita IOC, seluruh warga dunia dapat menikmati olahraga musim dingin. Menyelenggarakan
Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang memiliki makna penting bagi
negara Korea Selatan. Menurut penelitian sebuah lembaga ekonomi,
Olimpiade Musim Dingin 2018 diperkirakan menghasilkan efek produksi
yang tidak langsung senilai 43 triliun won, dan menciptakan 230 ribu
pekerjaan. Selama periode Olimpiade, diperkirakan sekitar 200.000
orang asing kana mengunjungi Provinsi Gangwon. Selain itu citra negara
Korea akan meningkat secara signifikan dan Korea akan menjadi negara
keenam yang menyelenggarakan tiga kompetisi olahraga internasional
paling utama. Pyeongchang telah berlari kencang menuju tujuannya untuk menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin dengan harapan dan gairah. Upaya ini membuka cakrawala baru bagi perkembangan olahraga musim dingin. Mulai hari ini Pyeongchang akan menulis sejarah untuk menciptakan mitos baru Olimpiade Musim Dingin. Demi tujuan ini Pyeongchang menanamkan semangat baru ke dalam hatinya. |