Kasus Kematian Baek Nam-ki Adalah Pelanggaran Hak Asasi Manusia

Dimuat: 2018-08-21 15:09:31 Terbaru: 2018-08-21 17:36:48

Kasus Kematian Baek Nam-ki Adalah Pelanggaran Hak Asasi Manusia

Komisi Penyelidikan Pelanggaran HAM di bawah Direktorat Jenderal Kepolisian Korea Selatan dalam waktu 6 bulan setelah penyelidikan menyimpulkan bahwa kasus kematian seorang petani bernama Baek Nam-ki secara tegas merupakan bentuk pelanggaran HAM.

Komisi tersebut menyatakan bahwa tindakan polisi yang mengeluarkan semprotan air secara langsung, termasuk memasukkan cairan kimia dalam air yang menjadi penyebab langsung kematian Baek, adalah tindakan yang melanggar hukum. 

Mereka juga menyatakan bahwa tindakan yang diambil polisi sesaat setelah Baek terluka juga tidak tepat. 

Pihak polisi juga terus mengumpulkan informasi proses pengobatan terhadap Baek dari Rumah Sakit Universitas Nasional Seoul dan melakukan intervensi dalam proses operasi. 

Tokoh-tokoh yang terlibat pada kasus tersebut juga tidak mendapt sanksi apapun, bahkan sebagian dari mereka mendapat kenaikan pangkat.

Komisi Penyelidikan Pelanggaran HAM menyatakan bahwa polisi telah melanggar kebebasan pelaksanaan demonstrasi. 

Mereka merekomendasikan pihak kepolisian untuk melarang keterlibatan kendaraan penyemprot air di tempat demonstrasi agar kasus serupa tidak terjadi kembali. 

Baek Nam-ki mendapat tembakan air dari kendaraan penyemprot polisi ketika demonstrasi petani pecah pada 14 November 2015 lalu. Baek yang terjatuh kemudian meninggal dunia pada 25 September 2016. 

Kejaksaan kemudian menuntut empat pejabat polisi pada bulan Oktober tahun lalu berdasarkan gugatan dari keluarga Baek.

[Photo : YONHAP News]

  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Cetak ini
  • Daftar
  • Top
prev  prev  1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 next
Internet Radio On-Air Window to KBS WORLD Radio Window to KOREA
KTT antar-Korea 2018
Estalase Tentang Korea Utara
청취자 만족도 조사 결과 -I
Pelajaran Bahasa Korea (Mobile)
Layanan Lain
RSS Service
  • RSS Service
  • Anda dapat mengakses berita dan konten siaran terkini pada situs KBS World Radio.

<

3 / 4

>