Trump : Sanksi Terbaru atas Korut "Tidak Istimewa"

Dimuat: 2017-09-13 14:00:09 Terbaru: 2017-09-13 14:46:58

Trump : Sanksi Terbaru atas  Korut "Tidak Istimewa"

Presiden AS Donald Trump mengatakan resolusi sanksi terbaru Dewan Keamanan PBB nomor 2375 atas Korea Utara terasa tidak istimewa.
Trump mengatakan kepada wartawan bahwa dirinya belum tahu apa pengaruh dari sanksi terbaru itu terhadap Korea Utara, namun  dia merasa puas karena sanksi tersebut diadopsi dengan suara bulat.

Pernyataan itu ditafsirkan sebagai cerminan rasa tidak puas Trump karena sanksi terbaru tidak berisi sanksi terkuat seperti penghentian pemasokan minyak bumi ke Korea Utara yang diminta oleh AS, akibat protes dari Cina dan Rusia. Dengan kata lain, Trump menilai sanksi terbaru sangat kurang kuat untuk menaklukkan ambisi pengembangan misil dan nuklir Korea Utara.

Setelah Pyongyang melakukan uji coba nuklir ke-6 pada tgl. 3 September lalu, pemerintah Washington memasukkan sanksi kuat seperti penghentian pemasokan minyak bumi secara keseluruhan, dan sanksi atas pribadi Kim Jong-un di draf naskah sanksi, namun tidak terwujud karena protes dari Cina dan Rusia.

Karenanya, ada banyak yang menyuarakan harus meningkatkan tekanan AS ke pemerintah Cina untuk efektivitas sanksi ke Korea Utara. Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan apabila Cina tidak melaksanakan sanksi PBB ke Korea Utara, pihaknya akan memberi sanksi tambahan ke Cina.

Ketua Komite Urusan Luar Negeri di Majelis Rendah AS Ed Royce juga mengatakan AS harus memberi sanksi ke sejumlah bank utama Cina yang bertransaksi dengan Korea Utara.

  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Cetak ini
  • Daftar
  • Top
prev  prev  1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 next
Internet Radio On-Air Window to KBS WORLD Radio Window to KOREA
Pelajaran Bahasa Korea (Mobile)
Estalase Tentang Korea Utara
Layanan Lain
RSS Service
  • RSS Service
  • Anda dapat mengakses berita dan konten siaran terkini pada situs KBS World Radio.

<

3 / 4

>