Ketika jaringan pertahanan udara negara ini diyakini telah ditembus pesawat tanpa awak (drone), pihak militer sedang mempertimbangkan untuk membeli radar ketinggian rendah yang lebih baik.
Seorang pejabat militer mengatakan pada hari Rabu (2/4/2014) bahwa Seoul percaya pesawat tak berawak yang ditemukan itu bisa saja diterbangkan dari perbatasan utara, dan pihak berwenang tengah mengkaji cara mengamankan dari pendeteksian drone ini.
Pejabat itu mengatakan pengadaan deteksi radar canggih dari luar negeri adalah pilihan.
Militer Korea Selatan mengoperasikan sistem radar ketinggian rendah TPS-830K, yang kurang efektif dalam mendeteksi drone kecil.
Militer juga diyakini mempertimbangkan pengembangan sistem pemblokiran atau pencegat gelombang udara untuk mengganggu drone Korea Utara menggunakan sinyal GPS (global positioning system).












































