Hasil Kunjungan Trump ke Korsel open the window of AOD

Dimuat: 2017-11-12

Title

Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah meninggalkan Korea Selatan setelah menyelesaikan kunjungan kenegaraan dan berpidato di parlemen pada tanggal 8 November.

Sebelumnya pada tanggal 7 November Presiden Trump dan Presiden Moon Jae-in menggelar pertemuan dan sepakat untuk memperkuat persekutuan bilateral serta pertahanan negara, dan menyelesaikan masalah nuklir Korut secara diplomatis.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak mengonfirmasikan penyelesaian masalah nuklir Korut secara damai dan perdamaian abadi di Semenanjung Korea. Selain itu, kedua pihak sepaham dalam meneruskan 'strategi tekanan dan sanksi terkuat' agar Korut berminat berdialog untuk denuklirisasi. Dengan demikian, opsi militer terhadap Korut tidak dibahas secara mendalam, namun tetap tidak disingkirkan dalam pembicaraan itu.

Hal itu dimaksudkan untuk meredakan kekhawatiran sebagian pihak tentang 'Korea passing' dalam masalah Korut. Lagi-lagi, dalam jumpa pers Trump mengatakan bahwa Korsel adalah negara penting dan tidak melewatkan Korea dalam masalah Korut.

Hal yang diperhatikan adalah kedua pihak sepakat untuk meningkatkan kekuatan pertahanan sendiri Korsel ke tingkat yang belum pernah ada. Untuk itu, Korsel membeli senjata tercanggih buatan AS dalam jumlah banyak, senilai 7,8 triliun won. Sementara AS menghapus pencabutan batasan daya angkut misil Korsel.

Terkait dengan perjanjian perdagangan bebas, FTA Korsel dan AS, AS hanya menyebut secara prinsip bahwa pihaknya ingin melakukan perundingan untuk meningkatkan perdagangan yang bebas dan adil.
Dalam pidato di parlemen Korsel untuk pertama kali dalam 24 tahun terakhir sebagai presiden AS, Trump menegaskan 'perdamaian berdasarkan kekuatan'. Dia memuji keberhasilan Korsel yang bangkit menjadi negara penting di dunia dari kehancuran akibat Perang Korea. Kemudian dia mengkritik keras Kim Jong-un sebagai ditaktor kejam dan negara Korut sebagai neraka yang tak boleh dikunjungi siapa pun. Selanjutnya Trump mengingatkan Korut untuk tidak meremehkan AS dan juga menguji kesabaran AS.

Dengan demikian, para pakar menilai Korsel dan AS tampaknya sudah menetapkan kebijakan atas Korut dan kini Korutlah yang harus memutuskan sikapnya.

  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Cetak ini
  • Daftar
  • Top
prev  prev  1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 next
Internet Radio On-Air Window to KBS WORLD Radio Window to KOREA
Pelajaran Bahasa Korea (Mobile)
Estalase Tentang Korea Utara
Layanan Lain
KBS World Radio Mobile
  • KBS World Radio Mobile
  • Aplikasi KBS World Radio Mobile ini melayani berita, berbagai program dan konten tentang Korea dalam 11 bahasa. Melalui aplikasi ini...

<

1 / 4

>