Konflik Terkait Penghapusan Dosa Pengguguran Kandungan open the window of AOD

Dimuat: 2017-12-03

Title

Isu 'penghapusan dosa pengguguran kandungan' semakin diperhatikan masyarakat.

Isu ini sangat sensitif secara agama dan moral sehingga kalangan medis pun belum bisa mengambil sikap karena adanya konflik antara dokter yang pro dan kontra.

Permohonan penghapusan dosa pengguguran kandungan dan penggunaan obat stimulan pengguguran kandungan diajukan di homepage Cheongwadae pada tanggal 30 September lalu. Kemudian, Cheongwadae memberikan jawabannya setelah memenuhi syarat, yakni mendapat dukungan lebih dari 20 ribu orang, pada tanggal 26 November lalu.

Sekretaris Senior Kepresidenan Urusan Sipil Cho Kuk memberikan 2 jawaban, yang dirilis melalui video di halaman facebook Cheongwadae dan media berita. Pertama, Cheongwadae akan melakukan pemeriksaan tentang situasi dan penyebab pengguguran kandungan pada tahun depan, dan kedua, isu itu akan dikembangkan berdasarkan hasil pemeriksaan tahun depan tersebut.

Pemeriksaan tentang situasi pengguguran kandungan rutin dilaksanakan pemerintah setiap 5 tahun tapi dihentikan pada tahun 2010.

Saat ini, pengguguran kandungan merupakan tindak pidana yang dapat dikenakan hukuman penjara maksimal satu tahun atau denda hingga dua juta won. Dokter yang melakukan atau membantu prosedur pun dikenakan hukuman yang lebih berat.

Namun demikian, ada empat pengecualian berdasarkan Undang-Undang Kesehatan Ibu dan Anak. Pengangguran kandungan dapat dilakukan dalam empat kasus berikut: pertama, melibatkan gangguan mental genetik atau penyakit fisik dan menular, kedua, kehamilan yang tidak diinginkan seperti akibat perkosaan, ketiga, kehamilan antara kerabat yang tidak bisa menikah berdasarkan hukum Korea, dan keempat, kehamilan yang secara serius mengancam kesehatan ibu.

Namun demikian, pengguguran kandungan sebenarnya tetap berlangsung secara terbuka. Menurut hasil pemeriksaan pemerintah, jumlah kasus pengguguran kandungan mencapai 34.200 pada tahun 2005 dan 169.000 di tahun 2010. Hanya 6% di antaranya yang tergolong operasi yang sah atau sesuai dengan UU, pada tahun 2010.

Hal yang paling serius adalah pengguguran kandungan oleh kalangan remaja. Menurut sebuah hasil survei yang dilakukan Asosiasi Obstetri dan Ginekologi Korea, sebanyak 85,4% siswi SMP dan SMA yang mengalami kehamilan menjalankan operasi pengguguran kandungan pada tahun 2009.

Terkait kenyataan ini, kalangan dokter obstetri dan ginekologi menuntut bahwa tidak adil apabila tanggung jawab dosa pengguguran hanya dibebankan pada dokter dan wanita yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan.

Pihak yang mendukung penghapusan dosa pengguguran kandungan adalah mereka yang mementingkan kesehatan wanita dan hak pengambilan keputusan independen, sendagkan pihak yang menolaknya adalah mereka yang mementingkan nyawa kandungan.

Setelah pendukung permohonan penghapusan dosa pengguguran kandungan itu meningkat, para penganut agama Katolik melakukan gerakan untuk menolak pengguguran kandungan.

Di luar negeri, 80 persen negara anggota OECD atau 29 negara mengizinkan pengguguran kandungan dengan alasan sosial dan ekonomi.

  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Cetak ini
  • Daftar
  • Top
prev  prev  1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 next
Internet Radio On-Air Window to KBS WORLD Radio Window to KOREA
Pelajaran Bahasa Korea (Mobile)
Estalase Tentang Korea Utara
Layanan Lain
RSS Service
  • RSS Service
  • Anda dapat mengakses berita dan konten siaran terkini pada situs KBS World Radio.

<

3 / 4

>