Korsel, AS, Jepang akan merespons bersama bagi Korut

Dimuat: 2017-07-07

Title

Presiden Moon Jae-in menggelar pertemuan trilateral dengan Presiden Donald Trump dan Perdana Menteri Shinzo Abe di sela-sela gelaran KTT G-20 di Hamburg, Jerman. Dalam jamuan makan pada tanggal 6 Juli itu, mereka membicarakan langkah-langkah untuk menanggapi provokasi rudal Korea Utara secara bersama-sama. Pertemuan puncak trilateral itu berlangsung untuk kali pertama dalam 16 bulan, sejak KTT kemanan nuklir di Wasington pada bulan Maret tahun 2016. Faktanya, KTT trilateral di Hamburg itu bermakna penting untuk merajut kembali jalinan kerjasama untuk melawan Korea Utara, khususnya setelah penggantian pemerintahan di Seoul dan Washington.

Para pucuk pimpinan dari ketiga negara pun sependapat bahwa Korea Utara telah mencapai kemajuan yang signifikan terkait pengembangan rudal. Maka dari itu, mereka setuju bahwa mencegah kemajuan pengembangan rudal berhulu ledak nuklir Korea Utara menjadi jauh lebih penting dan mendesak. Untuk itu, mereka akan menerapkan sanksi yang lebih keras. Ketiga pihak juga berpendapat bahwa peranan besar Cina guna mencegah isu nuklir dan rudal Korea Utara sangatlah penting. Oleh karena itu, mereka akan mengupayakan bersama untuk mendorong Cina agar ikut menekan Korea Utara secara lebih agresif. Pada kesempatan itu, AS menyampaikan posisinya untuk mempelajari penerapan sanksi keuangan tambahan terhadap pribadi dan entitas Cina yang berdagang dengan Korea Utara sebagai langkah boikot sekunder. Namun, dilaporkan bahwa AS tidak menyebut opsi militer dalam pertemuan tersebut.

Sebelumnya, Presiden Moon mengadakan KTT pertama dengan Presiden Cina Xi Jinping di Berlin. Moon dan Xi telah menyepakati secara mendasar bahwa kedua negara akan berupaya bersama untuk menyelesaikan masalah nuklir Korea Utara. Pada waktu yang sama, kedua pihak kembali memastikan bahwa denuklirisasi Korea Utara merupakan target bersama, dan mereka tidak memberikan toleransi atas provoksi rudal ICBM Korea Utara. Xi juga menyuarakan dukungan atas upaya presiden Moon membuka kembali dialog dengan Pyongyang dan menciptakan perdamaian di Semenanjung Korea melalui peredaan ketegangan. Namun demikian, kedua pemimpin tetap berbeda pandangan terkait pengerahan sistem pertahanan anti rudal THAAD.

Di tengah meningkatnya kerjasama antara Korsel, AS, dan Jepang, serta kerjasama antara Korsel dan Cina, peranan Cina akan lebih difokuskan untuk menuntaskan masalah Korea utara. Perhatian akan tertuju pada bagaimana kedua pendekatan yang ada, yakni penerapan sanksi yang lebih keras dan pembukaan dialog lebih awal akan berkembang ke depan.

  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Cetak ini
  • Daftar
  • Top
prev  prev  1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 next
Internet Radio On-Air Window to KBS WORLD Radio Window to KOREA
Pelajaran Bahasa Korea (Mobile)
Estalase Tentang Korea Utara
Layanan Lain
RSS Service
  • RSS Service
  • Anda dapat mengakses berita dan konten siaran terkini pada situs KBS World Radio.

<

3 / 4

>