Satuan Tugas untuk 'Kesepakatan Tentang Wanita Perbudakan Syahwat' Diluncurkan

Dimuat: 2017-08-01

Title

Satuan Tugas yang memeriksa proses untuk mencapai kesepakatan tentang wanita perbudakan syahwat antara Korea Selatan dan Jepang diluncurkan pada hari Senin (31/7/2017). Satuan Tugas tersebut memeriksa seluruh isi kesepakatan dan proses pencapaian kesepakatan tahun 2015 lalu.

Satuan Tugas tersebut membuka sidang pertama pada hari yang sama untuk membahas cara pengelolaan dan rencana masa depan. Pihaknya akan mendengar pandangan para korban secara langsung dan menyeluruh melalui wawancara dengan mereka. Satuan Tugas berencana mengeluarkan kesimpulan terakhir sampai akhir tahun ini.

Kesepakatan mengenai wanita perbudakan syahwat antara Korea Selatan dan Jepang dicapai pada tgl. 28 Desember 2015 ketika ada pertemuan Menteri Luar Negeri kedua negara. Pada waktu itu, Menteri Luar Negeri Korea Selatan Yun Byung-se dan Menteri Luar Negeri Jepang Fumio Kishida menyepakati tiga hal. Di dalamnya tercantum, Jepang meminta maaf dan menyediakan dana untuk mendirikan yayasan untuk mendukung para korban. Untuk itu, Jepang memberikan dana 1 miliar yen, dan yayasan untuk para korban sudah didirikan. Karenanya, ada pernyataan masalah wanita perbudakan syahwat dipecahkan secara terakhir dan tidak boleh berubah dalam kesepakatan.

Namun, kesepakatan tersebut terus menimbulkan kontroversi karena tidak menerima pandangan dari para korban. Permintaan maaf oleh Jepang juga tidak dilaksanakan dengan tulus. Jepang malah menuntut mematuhi isi kesepakatan. Akibat kontroversi seperti itu, tujuan kesepakatan untuk menghilangkan halangan dalam hubungan dua negara juga hilang. Karenanya, Satuan Tugas pemerintah kali ini menekankan bahwa mereka akan memperhatikan para korban.

Kesepakatan yang dicapai dikeluarkan melalui pembahasan antara Direktur Kementerian Luar Negeri dua negara mulai bulan April tahun 2014 hingga bulan Desember tahun 2015. Namun, banyak yang mencurigai bagaimana pembahasan yang terus menghadapi jalan buntu berhasil mengeluarkan kesepakatan pada tahap terakhir. Selain itu, mereka akan memeriksa mengapa istilah ‘pemecahan yang terakhir dan tidak boleh berubah’ atau pemindahan patung gadis termasuk dalam isi kesepakatan. Satuan Tugas itu mencari jalan keluar melalui pemeriksaan dokumen diplomatik atau wawancara dengan pejabat terkait, namun dikritik karena tidak ada cara untuk membatasi orang-orang yang terlibat guna menolak memberi jawaban dalam proses pemeriksaan. Diperkirakan hasil kegiatan Satuan Tugas dan prosesnya akan memengaruhi hubungan dua negara.

  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Cetak ini
  • Daftar
  • Top
prev  prev  1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 next
Internet Radio On-Air Window to KBS WORLD Radio Window to KOREA
Pelajaran Bahasa Korea (Mobile)
Estalase Tentang Korea Utara
Layanan Lain
RSS Service
  • RSS Service
  • Anda dapat mengakses berita dan konten siaran terkini pada situs KBS World Radio.

<

3 / 4

>