Washington Tetap Terbuka untuk Berdialog Dengan Korut

Dimuat: 2017-09-01

Title

Gedung Putih mengisyaratkan bahwa AS tetap terbuka untuk berbicara dengan Korea Utara, dengan menyebutkan dialog tetap dimasukkan dalam berbagai opsi dalam menangani Korea Utara. Dengan demikian, AS nampaknya telah mengalihkan posisinya untuk kembali menekan keras Korea Utara, namun masih tetap membuka kemungkinan untuk berdialog. Jubir Gedung Putih Sarah Sanders menyampaikan pada pengarahan rutin hari Kamis (31/9/2017), AS tengah menempatkan semua opsi di atas meja, termasuk opsi diplomatik, ekonomi dan militer.

Presiden AS Donald Trump terus melontarkan pernyataan keras menyusul peluncuran rudal balistik jarak menengah yang dilakukan Korea Utara pada tgl. 29 Agustus. Dalam pembicaraan lewat telepon dengan PM Jepang Shinzo Abe, dia menggambarkan bukan saatnya untuk berdialog dengan Korea Utara. Juga dalam akun twitternya pada hari berikutnya, tgl. 30 Agustus, Trump menyampaikan sikap yang lebih tegas bahwa dialog bukan jawaban yang tepat. Ditambahkan AS telah berbicara dengan Korea Utara dan membayar uang pemerasan pada mereka selama 25 tahun. Memang Trump berulang kali memastikan anggapan sebelumnya dimana dialog dengan Korea Utara semuanya mengalami kegagalan.

Maka dari itu, ada yang berspekulasi bahwa AS mungkin akan menolak upaya untuk berdialog dengan Korea Utara secara keseluruhan. Namun, Menteri Pertahanan AS James Mattis menggarisbawahi bahwa AS tidak akan menyimpang dari jalur saluran diplomatik. Dia juga membantah pernyataan dari wartawan tentang ‘kehabisan sarana diplomatik’.

Di AS, muncul pernyataan tentang opsi militer dan sarana diplomatik pada waktu yang sama. Secara singkat, hingga kini opsi militer dianggap sebagai tekanan militer, tidak seperti serangan militer. Jelasnya AS memperkuat dan mengerahkan aset strategis di seputar Semenanjung Korea, dalam upaya mencegah provokasi tambahan Korea Utara dan juga menujukkan komitmennya untuk memberikan respons keras pada saat darurat. Di sisi lain, saluran diplomatik digunakan untuk mempertegas tekanan atas Korea Utara sekaligus mendorong kembali Pyongyang ke meja dialog. Untuk itu, AS diperkirakan siap menekan Cina dan Rusia melalui ‘boikot sekunder’, karena efek sanksi terhadap Korea Utara akan tergantung pada kemungkinan kerja sama Cina dan Rusia.

  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Cetak ini
  • Daftar
  • Top
prev  prev  1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 next
Internet Radio On-Air Window to KBS WORLD Radio Window to KOREA
Pelajaran Bahasa Korea (Mobile)
Estalase Tentang Korea Utara
Layanan Lain
Podcasts
  • Podcasts
  • KBS World Radio menyediakan layanan download untuk beberapa program kami dengan file mp3.

<

4 / 4

>