AS akan Mengusir 800 Ribu Pemuda Ilegal

Dimuat: 2017-09-06

Title

Pemerintahan Trump menyatakan bahwa pihaknya mencabut perintah eksekutif Tindakan Penangguhan untuk Kedatangan Anak-Anak, 'DACA' yang menunda pengusiran imigran muda ilegal di AS. Akibatnya, imigran muda yang menghadapi krisis pengusiran diperkirakan mencapai 800 ribu orang dan 7000 orang diantaranya merupakan imigran asal Korea Selatan. Menteri Kehakiman AS, Jeff Sessions menyatakan pada tgl. 5 September bahwa program DACA tidak konstitusional sehingga menyatakan pencabutannya secara resmi. Menteri Sessions mengatakan program DACA mengganggu lapangan kerja warga AS. Namun, untuk mengambil langkah lanjutan, pemerintahan Trump akan memberikan masa penangguhan selama 6 bulan.

Program DACA atau Tindakan Penangguhan untuk Kedatangan Anak-Anak adalah langkah yang diambil oleh mantan Presiden Barack Obama. Intinya adalah penundaan pengusiran 'dreamer' yang berarti kalangan muda yang masuk ke AS bersama orang tua mereka secara ilegal namun tetap belajar dan bekerja di AS. Program DACA diberlakukan pada tahun 2012 lalu, dan diperbaiki setiap 2 tahun. Karnanya, kalangan muda bisa belajar dan bekerja tanpa kekhawatiran pengusiran dengan menerima surat izin kerja yang bisa diperbaiki setiap 2 tahun. Pencabutan program DACA menyebabkan permintaan baru untuk pengeluaran surat izin kerja akan dihentikan mulai hari Kamis (7/9/2017).

Akibat pencabutan DACA, kerugian kalangan muda asal Korea Selatan di AS juga diperkirakan cukup tinggi. Jumlah kalangan muda asal Korea Selatan yang menerima manfaat program tersebut diperkirakan mencapai 7 ribu hingga 10 ribu orang. Khususnya, jumlah orang Korea Selatan di California mencapai kurang lebih 2500 orang. Konsulat Korea Selatan untuk LA mengatakan ada banyak penerima manfaat program DACA tidak membuka identitas mereka, sehingga sulit menghitung jumlah dengan tepat.

Pencabutan DACA memicu demonstrasi di seluruh daerah di AS. Khususnya, perusahaan-perusahaan utama di Silicon Valley AS juga memprotes keras kebijakan itu. Dunia politik juga menentang keras kebijakan Trump. Partai Demokrat AS menyatakan pihaknya akan menggunakan kekuatan partai untuk melindungi imigran dreamer yang gagah berani dan memiliki patriotisme.

Walaupun kebanyakan anggota dari Partai Republik menyetujui pencabutan DACA, namun sejumlah anggota tingkat pimpinan seperti Ketua DPR AS Paul Ryan, senator John McCain, dll menyatakan program tersebut harus dipertahankan. Karenanya, banyak yang memperhatikan keputusan seperti apa yang akan diambil parlemen AS dalam proses legislatif di masa depan.

  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Cetak ini
  • Daftar
  • Top
prev  prev  1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 next
Internet Radio On-Air Window to KBS WORLD Radio Window to KOREA
Pelajaran Bahasa Korea (Mobile)
Estalase Tentang Korea Utara
Layanan Lain
KBS World Radio Mobile
  • KBS World Radio Mobile
  • Aplikasi KBS World Radio Mobile ini melayani berita, berbagai program dan konten tentang Korea dalam 11 bahasa. Melalui aplikasi ini...

<

1 / 4

>