Polisi Setuju Menahan Tindakan Kekerasan Terhadap Pengunjuk Rasa

Dimuat: 2017-09-08

Title

Polisi memutuskan akan menahan semaksimal atas tindakan kekerasan kepolisian terhadap peserta unjuk rasa yang damai dan demonstrasi tanpa kekerasan.

Komite Reformasi Polisi mengeluarkan rekomendasi untuk menjamin kebebasan unjuk rasa, dan polisi menerima semuanya. Isi utama rekomendasi itu adalah pengalihan tanggapan polisi dari terfokus pada mengontrol, menjadi persuasif berdasarkan hak asasi manusia. Untuk itu, polisi akan meminimalkan larangan terhadap unjuk rasa yang dilaporkan. Mobil meriam air hanya akan digunakan saat terjadi kerusuhan atau serangan terhadap fasilitas negara. Tingkat tekanan air juga akan diturunkan, dan penyemprotan juga akan dibatasi hanya di bawah bagian dada pengunjuk rasa.

Barikade yang dibuat dengan menyusun bus-bus polisi secara bersama-sama pada prinsipnya tidak akan digunakan. Sebagai gantinya, aparat polisi akan menahan pergerakan pengunjuk rasa damai dengan ‘garis polisi’. Perintah tentang pembubaran dan juga pembubaran secara paksa juga akan dilakukan hanya saat terjadi risiko spesifik. Pengambilan foto yang berlebihan di seputar unjuk rasa harus ditahan dan dibatasi hanya untuk tujuan penyelidikan kejahatan atau sebagai bukti.

Banyak yang menilai positif karena polisi menerima rancangan rekomendasi itu secara keseluruhan. Sebenarnya hingga kini, pihak kepolisian melakukan pelarangan unjuk rasa secara berlebihan, meskipun pengunjuk rasa telah melaporkannya kepada polisi. Mobil meriam air sangat berbahaya, buktinya seorang peserta pengunjuk rasa meninggal akibat pancaran air yang keras dari mobil meriam air pada tahun 2015. Upaya untuk mencegah polisi melakukan tindakan kekerasan dipandang sebagai reformasi yang benar. Namun demikian juga muncul kekhawatiran apakah aksi unjuk rasa dapat mengalami perubahan secara mendasar. Sering dipertanyakan apakah pengunjuk rasa juga mempertimbangkan hak asasi manusia para penduduk yang menderita karena demonstrasi dengan kekerasan, kebisingan akibat pengeras suara, dan juga terganggu perjalanannya akibat pemblokiran jalur lalu lintas. Dengan demikian perubahan sikap polisi dan pelaku unjuk rasa harus dilakukan secara bersama-sama.

  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Cetak ini
  • Daftar
  • Top
prev  prev  1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 next
Internet Radio On-Air Window to KBS WORLD Radio Window to KOREA
Pelajaran Bahasa Korea (Mobile)
Estalase Tentang Korea Utara
Layanan Lain
KBS World Radio On-Air
  • KBS World Radio On-Air
  • Aplikasi KBS World Radio On-Air ini menyediakan berbagai konten audio dalam 11 bahasa.

<

2 / 4

>