Krisis di Semenanjung Korea dan Pyeongchang

Dimuat: 2017-10-03

Title

Krisis nuklir Korea Utara tampaknya tidak mempengaruhi Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang. Makna olimpiade tersebut bahkan menjadi lebih besar. Krisis nuklir Korea Utara yang semakin meninggi menjadi kekhawatiran bagi dunia internasional. Karenanya ada yang mempertanyakan tentang keamanan, namun pemerintah Korea Selatan dan Komite Olimpiade Internasional-IOC membantah hal tersebut. Sehubungan dengan masalah keamanan, ada pemberitaan bahwa Prancis, dan Austria diperkirakan ketidak akan hadir di Olimpiade Pyeongchang. Namun, dua pemerintahan dan IOC membantah isi berita tersebut.
Pada tgl. 21 September lalu, AFP memberitakan bahwa Menteri Olahraga Prancis, Laura Flessel menyebutkan kemungkinan ketidakhadiran tim mereka di Olimpiade Pyeongchang. Menurut berita, di dalam sebuah wawancara, Menteri Flessel mengatakan dirinya tidak dapat menjerumuskan tim Prancis ke dalam situasi berbahaya sembari mengungkit pengembangan senjata nuklir Korea Utara. Namun, dia menambahkan bukan saatnya untuk mempertimbangkan ketidakhadiran Prancis di Pyeongchang. Secara nyata, pada tgl. 23 September lalu pemerintah Prancis menegaskan kehadirannya saat Menteri Flessel bertemu dengan Wakil Kedua Menteri Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Roh Tae-kang. Di dalam pertemuan itu, Menteri Flessel menyatakan dia tidak pernah menyebutkan atau mempertimbangkan ketidakhadiran tim Prancis di Olimpiade Pyeongchang. Komite Olimpiade Austria juga menjelaskan tentang pernyataan terkait kekhawatiran terhadap keamanan di Pyeongchang. Komite tersebut mengirim email yang berisi mereka tidak menaruh kekhawatiran apapun pada saat ini kepada Komite Pelaksana Olimpiade Pyeongchang.
Sementara, pernyataan IOC atas keamanan Olimpiade Pyeongchang tetap kuat. Presiden IOC, Thomas Bach mengatakan tidak ada 'rencana B' sehubungan dengan krisis di Semenanjung Korea menjelang pembukaan sidang umum IOC tgl. 13 September lalu. Menurutnya, mengumumkan skenario lain pada saat ini bisa memberi pesan yang salah. Selain itu, hal tersebut bertentangan dengan gagasan IOC untuk menciptakan perdamaian.
Pemerintah Korea Selatan terus menyampaikan pesan tentang jaminan keamanan di Olimpiade Pyeongchang. Presiden Moon Jae-in menekankan perdamaian di dalam pidato sambutan Sidang Majelis Umum PBB bulan lalu, serta menyatakan tekad kuat untuk menyelenggarakan Olimpiade dengan sukses saat bertemu dengan Presiden IOC Bach.
Presiden Moon menyatakan pemerintah Korea Selatan memberikan usulan resolusi gencatan senjata kepada Sidang Majelis Umum PBB, maka resolusi itu diperkirakan akan diadopsi pada tgl. 13 November mendatang. Karenanya, jika resolusi itu diadopsi, negara-negara di dunia tidak perlu menaruh kecemasan atas keamanan. Ditambahkannya, jika Korea Utara hadir, keamanan bisa terjamin.
Korea terbagi menjadi dua. Memang, hal itu membuat banyak negara merasa khawatir, namun Korea Selatan memiliki banyak pengalaman dalam melaksanakan acara internasional. Olimpiade Seoul tahun 1988 menjadi dinamika untuk mengakhir perang dingin. Piala Dunia Korea Selatan dan Jepang tahun 2002 juga cukup menunjukkan kekuatan budaya Korea Selatan. Demikianlah acara internasional yang diselenggarakan oleh Korea Selatan cukup sukses dengan pesan perdamaian dan kompromi.

  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Cetak ini
  • Daftar
  • Top
prev  prev  1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 next
Internet Radio On-Air Window to KBS WORLD Radio Window to KOREA
Pelajaran Bahasa Korea (Mobile)
Estalase Tentang Korea Utara
Layanan Lain
Podcasts
  • Podcasts
  • KBS World Radio menyediakan layanan download untuk beberapa program kami dengan file mp3.

<

4 / 4

>