Presiden Moon akan Melawat ke Cina Bulan Depan

Dimuat: 2017-11-23

Title

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dijadwalkan akan melawat ke China pada bulan Desember mendatang. Kementerian Luar Negeri Seoul pada tgl. 22 November menyatakan menteri luar negeri Korea Selatan dan China sepakat akan mengaktifkan kunjungan Presiden Moon ke Beijing dalam pertemuan bilateral yang digelar di Beijing. Selain agenda tur Moon ke China, menteri Kang Kyung-hwa dan menteri Wang Yi telah membicarakan secara intensif tentang arah perkembangan hubungan kedua negara, dan masalah di Semenanjung Korea. Terlebih, kedua menteri sependapat akan meneruskan pembicaraan dan komunikasi yang erat agar kunjungan Presiden Moon mencapai keberhasilan sehingga menjadi momentum perbaikan hubungan bilateral.

Kunjungan Moon ke China memiliki makna yang signifikan untuk mempercepat jalur pemulihan hubungan kedua negara, setelah menemukan terobosan dalam meredakan konflik terkait pengerahan baterai pertahanan anti rudal THAAD di Korea Selatan. Tentunya kerja sama erat bilateral juga menjadi agenda utama dalam kunjungan Moon untuk menyelesaikan masalah nuklir Korea Utara.

Menteri luar negeri kedua negara juga sepakat akan melaksanakan sepenuhnya rincian perjanjian penuntasan konflik THAAD dan isi kesepakatan antara kedua pucuk pimpinan. Kedua pihak juga kembali menegaskan posisi mereka dalam penyelesaikan masalah nuklir Korea Utara secara damai melalui negosiasi. Menteri Kang menambahkan seusai pertemuan, keduanya akan bekerjasama erat untuk menangani kondisi Semenanjung Korea yang stabil, termasuk meneruskan upaya untuk menghentikan provokasi Korea Utara melalui segala sarana diplomasi.

Menlu kedua negara juga membicarakan mengenai perusahaan Korea Selatan yang usahanya menderita di China akibat konflik THAAD. Menteri Kang menyampaikan harapan agar masalah itu akan dituntaskan sebelum Moon berkunjung ke China. Sementara, Menteri Wang mengatakan pihaknya akan berupaya mengambil tindakan yang agresif guna menggairahkan pertukaran di segala bidang. Beijing pernah mengambil berbagai aksi balasan berat, tidak lama setelah Seoul memutuskan penempatan sistem pertahanan anti misil THAAD, seperti larangan penyebaran konten Hallyu, pembatalan konser dan larangan tur berkelompok ke Korsel. Selain itu perusahaan Korea Selatan yang aktif di China juga menerima tekanan, seperti pemeriksaan pajak. Grup Lotte yang menyediakan tanah bagi penempatan THAAD, diperkirakan mengalami kerugian senilai 2 triliun won karena aksi balasan China pada perusahaan itu.

  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Cetak ini
  • Daftar
  • Top
prev  prev  1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 next
Internet Radio On-Air Window to KBS WORLD Radio Window to KOREA
Pelajaran Bahasa Korea (Mobile)
Estalase Tentang Korea Utara
Layanan Lain
RSS Service
  • RSS Service
  • Anda dapat mengakses berita dan konten siaran terkini pada situs KBS World Radio.

<

3 / 4

>