Moon dan Trump Kembali Bahas Isu Korut Lewat Telepon

Dimuat: 2017-12-01

Title

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan presiden AS Donald Trump berbicara melalui telepon pada tgl. 30 November untuk membahas tanggapan atas provokasi Korea Utara. Pembicaraan berlangsung selama satu jam pada Kamis malam (30/11/2017). Sebelumnya kedua pemimpin telah mengadakan pembicaraan melalui telepon, beberapa jam setelah Korea Utara meluncurkan rudal balistik pada tgl. 29 November.

Dalam pembicaraan telepon 2 hari berturut-turut, Presiden Moon Jae-in dan Presiden Donald Trump setuju untuk tetap menerapkan tekanan dan sanksi keras terhadap Korea Utara, sampai rezim Pyongyang menghentikan pengembangan nukir dan rudalnya, dan kembali ke meja perundingan. Keduanya juga akan bekerjasama erat dalam upaya-upaya untuk mempertegas tekanan dan sanksi internasional atas Korea Utara hingga level maksimal. Kedua pihak menekankan perlunya untuk mencegah provokasi dan melawan ancaman dari Korea Utara, dengan kekuatan yang luar biasa berdasarkan pertahanan gabungan antara Korea Selatan dan AS yang kuat. Untuk itu, kedua pemimpin sepakat akan meningkatkan kemampuan pertahanan Korea Selatan melalui akuisisi atau pengembangan aset militer maju dari AS.

Presiden Moon juga menyatakan bahwa pemerintah Seoul menganggap situasi saat ini sebagai ‘keprihatin serius’. Namun demikian, Moon yakin bahwa Korea Utara belum terbukti memiliki teknologi untuk memasukkan kembali rudal ke atmosfer, dan juga pengendaliannya pada tahap final. Bahkan kemampuan Pyongyang untuk memperkecil hulu ledak nuklir juga masih belum terbukti. Menurut pandangan Moon masalah nuklir Korea Utara belum melintasi ‘garis merah’. Singkatnya, dia menegaskan bahwa masih belum tiba saatnya bagi AS untuk melancarkan aksi militer.

Sementara, Presiden Trump menyampaikan dukungan penuh atas upaya Korea Selatan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan, dan juga kembali memastikan komitmen AS guna mempertahankan Korea Selatan secara kuat. Namun, Trump tidak menyebut pembicaraan dengan China terkait sanksi terhadap Korea Utara. Sehari sebelumnya, Presiden Trump telah membahas peluncuran rudal Korut dengan Presiden Xi Jinping melalui telepon. Dalam pembicaraan itu, Trump menyerukan agar China menjalankan semua sarana yang bisa digunakan untuk mendorong Korea Utara menghentikan program nuklirnya. Dalam seruan itu, dilaporkan juga terdapat permintaan tentang embargo minyak secara keseluruhan terhadap Korut. Namun pihak China dikatakan menyampaikan keengganannya.

  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Cetak ini
  • Daftar
  • Top
prev  prev  1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 next
Internet Radio On-Air Window to KBS WORLD Radio Window to KOREA
Pelajaran Bahasa Korea (Mobile)
Estalase Tentang Korea Utara
Layanan Lain
RSS Service
  • RSS Service
  • Anda dapat mengakses berita dan konten siaran terkini pada situs KBS World Radio.

<

3 / 4

>