Pengadilan Jepang Putuskan Korban Bom Atom Korsel Tidak Memiliki Hak Gugatan

Dimuat: 2018-02-01

Title

Pengadilan Jepang memutuskan bahwa pemerintah Jepang tidak bertanggung jawab untuk memberikan kompensasi bagi korban bom atom warga Korea Selatan. Pengadilan menyatakan penggugat tidak memiliki hak untuk mengajukan tuntutan karena 20 tahun telah berlalu setelah korban meninggal.

Pengadilan Distrik Osaka Jepang pada tgl. 31 Januari mengambil keputusan mengalahkan gugatan yang diajukan oleh keturunan korban bom atom Korea Selatan yang secara paksa dikerahkan oleh Jepang ke Hiroshima dan Nakasaki pada masa penjajahan Jepang. Penggugat berjumlah 159 keturunan dari 31 korban yang meninggal di Korea dalam periode dari tahun 1975 hingga 1995.

Pengadilan merujuk pada aturan berdasarkan undang-undang sipil. Singkatnya, penggugat telah kehilangan hak untuk mengajukan tuntutan saat melayangkan kasus tersebut 20 tahun setelah korban meninggal. Kasus itu mungkin bisa diajukan sebelum berakhirnya masa berlaku kompensasi, tapi tidak terjadi. Sehingga pemerintah Jepang diputuskan tidak perlu akan memberikan ganti rugi terkait.

Pada tahun 1975, Jepang menetapkan UU untuk membantu korban bom atom, seperti tunjangan untuk kesehatan. Namun UU itu ditujukan bagi orang yang tinggal di Jepang, sehingga korban bom di luar negeri, termasuk Korea Selatan tidak dapat menerimanya. Meski demikian, situasinya berubah dengan keputusan dari Mahkamah Agung Jepang di tahun 2007 bahwa pemerintah Jepang tidak adil karena tidak memberikan bantuan kepada korban bom atom di luar negeri. Sehingga pemerintah Jepang menyatakan akan memberikan ganti rugi dan biaya gugatan untuk mereka. Hasilnya, sejauh ini sekitar 6 ribu korban yang tinggal di luar negeri, menerima kompensasi.

Namun setelah PM Shinzo Abe menjabat, pemerintah Jepang kembali mengubah posisinya dengan alasan berakhirnya masa berlaku kompensasi. Pengadilan Osaka menerapkan keputusan pemerintah Jepang tersebut. Keputusan itu diperkirakan berdampak negatif pada gugatan serupa dari 930 orang yang sedang didaftarkan di Jepang. Diantaranya terdapat 600 orang yang telah lewat 20 tahun setelah mereka meninggal.

  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Cetak ini
  • Daftar
  • Top
prev  prev  1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 next
Internet Radio On-Air Window to KBS WORLD Radio Window to KOREA
KTT antar-Korea 2018
청취자 만족도 조사 결과 -I
Pelajaran Bahasa Korea (Mobile)
Layanan Lain
KBS World Radio On-Air
  • KBS World Radio On-Air
  • Aplikasi KBS World Radio On-Air ini menyediakan berbagai konten audio dalam 11 bahasa.

<

2 / 4

>