PBB akan Memutuskan Pengecualian Anggota Delegasi Korut untuk Olimpiade PyeongChang dari Daftar Sanksi

Dimuat: 2018-02-08

Title

Komite Sanksi Dewan Keamanan PBB untuk Korea Utara, hari Rabu (7/2/2018) waktu setempat, meminta kepada negara anggotanya untuk memberikan pengecualian kepada seorang anggota delegasi Korea Utara dari daftar sanksi agar dapat melakukan perjalanan ke Korea Selatan untuk menghadiri Olimpiade Musim Dingin PyeongChang. Kepala komite Karel van Oosterom yang merupakan Duta Bear Belanda untuk PBB menyatakan pihaknya telah mengirimkan surat kepada seluruh anggota komite untuk mengizinkan kunjungan Wakil Ketua Partai Buruh Korea Utara Choe Hwi ke Korea Selatan, dan juga meminta jawabannya hingga pukul 17:00 sore hari yang sama atau pukul 05:00 pagi hari tgl. 9 Februari waktu Korea. Total 15 negara anggota harus setuju agar Choe Hwi terbebas dari daftar sanksi. Choe telah dimasukkan dalam daftar hitam larangan perjalanan, berdasarkan resolusi 2356 PBB.

Dalam surat ke PBB, pemerintah Seoul dilaporkan menegaskan lawatan delegasi Korea Utara ke Korea Selatan akan menjadi titik balik penting untuk meredakan ketegangan di Semenanjung Korea. Permintaan tersebut diajukan dengan dilandasi klausa pengecualian di resolusi PBB, seperti sanksi terhadap Korea Utara yang sudah diadopsi selama ini bisa dibebaskan, sesuai kondisi setiap kasus. Pasal tersebut ditentukan pada resolusi 2397 yang disahkan Dewan Keamanan PBB pada tgl. 22 Desember lalu.

Delegasi Korea Utara yang dipimpin oleh Ketua Majelis Rakyat Tertinggi Kim Yong-nam, juga didampingi pejabat politbiro Partai Buruh, Kim Yo-jong, dan Ketua Komite Reunifikasi Damai Tanah Air, Ri Son-gwon, selain Choe Hwi. Kim Yo-jong sedang mendapat sorotan hangat karena dia adalah adik perempuan pemimpin Kim Jong-un dan anggota pertama dari keluarga pemimpin Korea Utara yang melawat ke Korea Selatan.

Diperkirakan ada kemungkinan besar Presiden Moon akan bertemu dengan delegasi Korea Utara. Juga perhatian tertuju pada kemungkinan terjadinya kontak antara Korea Utara dan AS. Pihak Korea Utara menolak kemungkinan itu, dan wakil presiden AS juga menegaskan konsensus dengan Korea Utara hanya menimbulkan provokasi. Namun demikian, fokus perhatian saat ini ada pada kemungkinan terjadinya kompromi antara Korea Selatan, Korea Utara dan AS.

  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Cetak ini
  • Daftar
  • Top
prev  prev  1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 next
Internet Radio On-Air Window to KBS WORLD Radio Window to KOREA
청취자 만족도 조사 결과 -I
Pelajaran Bahasa Korea (Mobile)
Estalase Tentang Korea Utara
Layanan Lain
KBS World Radio Mobile
  • KBS World Radio Mobile
  • Aplikasi KBS World Radio Mobile ini melayani berita, berbagai program dan konten tentang Korea dalam 11 bahasa. Melalui aplikasi ini...

<

1 / 4

>