Pemerintah diharapkan akan melanjutkan kebijakan fiskal yang ekspansif

Dimuat: 2018-06-01

Title

Pemerintah diperkirakan akan melanjutkan arah kebijakan fiskal yang ekspansif. Hal itu berarti pemerintah bersedia untuk meningkatkan pengeluaran anggaran tambahan dalam upaya menanggapi kelahiran rendah, penuaan masyarakat dan lowongan kerja.

Pada tgl.31 Mei pemerintah mengadakan rapat strategi keuangan yang membahas arah kebijakan keuangan selama 5 tahun dari 2018 hingga 2022. Rapat strategi keuangan negara tersebut mengambil keputusan untuk arah besar dan strategi pengeloaan keuangan negara, sebelum menyusun anggaran setiap tahun. Pada pidato pengantarnya, presiden Moon Jae-in mengungkapkan perlunya mengelola keuangan negara secara agresif dalam mengatasi masalah seperti angka pertumbuhan yang rendah, polarisasi masyarakat, kelahiran rendah, penuaan masyarakat dan peluang kerja. Pernyataan presiden Moon justru mengantisipasi kebijakan fiskal yang ekspansif. Selama rapat 5 jam, pendapat juga terpusat ke arah peningkatan pengeluaran anggaran.

Tingkat peningkatan pengeluaran keuangan cukup tinggi sebesar 7,1% untuk tahun ini. Menurut rencana pengelolaan keuangan tahun 2017-2021, rasio peningkatan pengeluaran keuangan untuk tahun depan dibukukan 5,7%. Kemudian hingga tahun 2022 ke depan, tingkat peningkatan itu ditetapkan berada di kisaran 5,1-5,5%. Dalam rapat tersebut, pihaknya memutuskan untuk mempertahankan rasio peningkatan sama seperti tahun ini, atau lebih ditingkatkan untuk tahun depan. Masalah peluang kerja, kelahiran rendah dan penuaan masyarakat akan dapat ditangani dengan meningkatkan pengeluaran keuangan secara agresif. Sejak tahun depan, pemerintah juga akan terus menyediakan solusi dasar untuk memencahkan masalah tersebut dengan kebijakan keuangan negara yang agresif.

Berdasarkan hasil pembahasan tersebut, pemerintah akan menyusun rencana anggaran untuk tahun depan dan rencana pengeloaan fiskal negara tahun 2018-2022. Dengan demikian, pemerintah diharapkan akan terus menginjeksi dana untuk masalah-masalah tersebut. Pemerintah tetap mengarahkan pada kebijakan pertumbuhan yang didorong oleh pendapatan, yang merupakan prinsip kebijakan ekonomi pemerintahan Moon. Di sisi lain, akhir-akhir ini muncul krisis terkait pertumbuhan yang didorong pendapatan tersebut, terutama karena adanya efek samping yang dipicu oleh kebijakan gaji minimum. Kenaikan gaji minimum yang dilakukan secara mendadak dianggap memperburuk peluang kerja dan bahkan menurunkan pendapatan golongan yang berpendapatan rendah. Sebagai tanggapan, presiden Moon mengatakan saatnya terlalu dini untuk memutuskan kegagalan pertumbuhan yang didorong oleh pendapatan, sementara pemerintah nampaknya tidak menanggapinya dengan baik.

  • RSS
  • Facebook
  • Twitter
  • Cetak ini
  • Daftar
  • Top
prev  prev  1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 next
Internet Radio On-Air Window to KBS WORLD Radio Window to KOREA
KTT antar-Korea 2018
Estalase Tentang Korea Utara
청취자 만족도 조사 결과 -I
Pelajaran Bahasa Korea (Mobile)
Layanan Lain
Podcasts
  • Podcasts
  • KBS World Radio menyediakan layanan download untuk beberapa program kami dengan file mp3.

<

4 / 4

>