Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Arsip

6. Hubungan Antara Korea Selatan dan Jepang Kembali Memanas

2018-12-31



Hubungan antara Korea Selatan dan Jepang semakin memburuk. Korea Selatan membubarkan Yayasan Rekonsiliasi dan Penyembuhan yang dibangun untuk korban perbudakan syahwat era penjajahan Jepang. Selain itu, Mahkamah Agung Korea Selatan juga mengeluarkan keputusan kompensasi Jepang kepada koban kerja paksa di masa penjajahan Jepang. Jepang juga terus aktif mengklaim kepemilikan pulau Dokdo sebagai wilayah teritori miliknya,.

Yayasan Rekonsiliasi dan Penyembuhan berdiri pada bulan Juli tahun 2016 melalui dana Jepang sebesar 1 miliar yen. Hal itu sesuai dengan ‘kesepakatan wanita perbudakan syahwat’ antara Menteri Luar Negeri Korea Selatan dan Jepang pada tahun 2015 lalu. Namun, kesepakatan tersebut menimbulkan banyak kontroversi, sehingga pemerintahaan Moon Jae-in memeriksa ulang proses pencapaian kesepakatannya. Pemerintah menyimpulkan kesepakatan tersebut muncul sebagai bentuk negosiasi bidang diplomatik, bukan pemecahan masalah untuk memihak para korban. Akhirnya, yayasan tersebut dibubarkan.

Mahkamah Agung Korea Selatan juga memandang perusahaan Jepang Mitsubishi Heavy Industries harus memberi kompensasi kepada korban kerja paksa dan korban wanita kerja paksa pada masa perang.



Di sisi lain, Jepang mengumumkan revisi pedoman pembelajaran tingkat SMA pada bulan Juli lalu untuk menguatkan kedaulatan Jepang terhadap Pulau Dokdo. Jepang memuat klaim yang menyebut Pulau Dokdo adalah wilayah miliknya dalam Buku Putih Jepang. Akibat serangkaian hal tersebut hubungan dua negara diperkirakan tidak dapat diperbaiki dalam waktu dekat.


Photo : Yonhap News, KBS News

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >