Pertemuan Tingkat Jenderal Antar-Korea Kembali Digelar l KBS WORLD Radio
Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Pertemuan Tingkat Jenderal Antar-Korea Kembali Digelar

#Isu Sepekan l 2018-08-05

Warta Berita

ⓒ KBS News

Korea Selatan dan Korea Utara menggelar pertemuan tingkat jenderal di Panmunjeom pada tanggal 31 Juli dan mencapai beberapa kesepakatan, namun tidak mengadopsi laporan media bersama.


Kedua Korea menjalankan pertemuan tersebut selama 8 jam mulai pukul 10.00 pagi. 


Seusai pertemuan tersebut, ketua delegasi Korea Selatan Mayor Jenderal Angkatan Darat Kim Do-gyun menyatakan jadwal dan cara pelaksanaan kesepakatan dalam pertemuan itu akan dibahas secara terus-menerus melalui kontak telepon dan pertemuan tingkat kerja.


Dalam pertemuan tersebut, kedua Korea sepakat untuk mencari kerangka jenazah tentara dua Korea dan AS yang belum ditemukan di DMZ, menarik penjaga dan fasilitas di Pos Jaga DMZ, dan mendemliterisasi Area Keamanan Bersama (JSA).

 

Pencarian kerangka jenazah tentara dua Korea dan AS di DMZ sebenarnya telah disepakati dalam Pertemuan Menteri Pertahanan antar-Korea di tahun 2007, namun belum dijalankan. Otoritas militer Korea Selatan memperkirakan bahwa sekitar 10 ribu parajurit Korea dan 2 ribu prajurit AS gugur di kawasan DMZ pada saat Perang Korea.


Untuk mencari kerangka prajurit itu, harus dilakukan langkah penjaminan keamana dari segi militer terlebih dahulu. Oleh karena itu, banyak hal yang akan dibicarakan dalam pertemuan tingkat kerja selanjutnya.


Penarikan penjaga dan fasilitas di Pos Jaga DMZ merupakan langkah pertama untuk membuat DMZ menjadi kawasan perdamaian. Kedua Korea menempatkan pos penjaga masing-masing yang dilengkapi satu unit pasukan bersenjata. Kedua Korea berencana untuk menarik pos penjaga masing-masing secara bertahap. 


Demliterisasi JSA yang diusulkan Korea Utara mencakup area sepanjang 800 meter dari bagian timur ke barat dan sepanjang 600 meter dari selatan ke utara di Garis Demarkasi Militer (MDL). 


Saat ini JSA dijaga oleh pasukan militer dan menjadi area militer Korea Selatan dan Korea Utara yang berhadapan secara langsung.


Pertemuan tingkat jenderal Korea Selatan dan Korea Utara tersebut merupakan pertemuan kedua setelah Deklarasi 27 April. Oleh karena itu, kedua pihak benar-benar membahas langkah untuk meredakan ketegangan militer yang praktis berdasarkan semangat Deklarasi Panmunjeom.


Meskipun tidak menghasilkan pernyataan bersama, namun pertemuan tersebut dinilai berhasil karena mencapai kesepakatan dan pendekatan pada persoalan militer tersebut. 

Pilihan Editor