Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Hasil Revisi FTA antara Korea Selatan dan AS Diumumkan

#Ulasan Hari Ini l 2018-09-04

Warta Berita

ⓒKBS News

Hasil revisi FTA antara Korea Selatan dan AS telah diumumkan dan sampai tgl.10 September mendatang akan memasuki proses penerimaan pandangan. Kementerian Perindustrian, Perdagangan dan Sumber Daya Korea Selatan membahas jadwal penandatanganan revisi FTA dengan AS melalui izin presiden. Setelah penandatanganan tersebut, mereka akan segera menyerahkan revisi FTA kepada parlemen untuk mendapat pengesahan, agar proses terkait dapat selesai pada tgl.1 Januari 2019.


Hingga saat ini revisi FTA antara dua negara mengalami banyak hambatan, terutama akibat pernyataan penghapusan FTA oleh Presiden AS Donald Trump. Trump sebelumnya menuntut untuk merevisi FTA secara keseluruhan, mengklaim bahwa AS mengalami kerugian perdagangan akibat FTA dengan Korea Selatan. Negosiasi revisi FTA dimulai pada tgl.5 Desember 2017 melalui beberapa kali pertemuan dua pihak, baik di Seoul maupun Washington. Sebagai hasilnya, Korea Selatan dan AS akhirnya mengumumkan hasil negosiasi pada tgl.28 Maret lalu.


Korea Selatan melonggarkan kebijakan bidang otomotif dan berhasil mencegah tuntutan AS untuk membuka pasar tambahan pada bidang pertanian dan peternakan. Tuntutan Korea Selatan atas perbaikan Sistem Penyelesaian Sengketa Investor-Negara (ISDS) juga diterima. Meskipun demikian, tarif atas produk besi dan baja Korea Selatan muncul di sela proses pembahasan, namun dua pihak pada akhirnya mampu menyelesaikan masalah tersebut.


AS sebenarnya menetapkan pengenaan tarif sebesar 25 persen atas produk besi dan baja yang diimpor, namun dua pihak sepakat untuk menurunkan kuota ekspor besi dan baja dari Korea Selatan. Korea Selatan dapat terbebas dari kuota tersebut karena Presiden Trump menandatangani perintah eksekutif pengecualian sejumlah produk dari daftar pengenaan tarif pada akhir bulan Agustus lalu.


Ada beberapa evaluasi pada pengumumam hasil revisi FTA tersebut. Pemerintah Seoul menilai bahwa revisi tersebut berhasil mengatasi ketidakstabilan perdagangan yang muncul akibat peningkatan tekanan dari AS, termasuk pengenaan tarif tinggi yang lebih cepat. Meskipun demikian, ada yang menyatakan bahwa dalam revisi FTA tersebut kesepakatan bidang pengamanan perdagangan yang jelas menjadi lebih berkurang.

Pilihan Editor