Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

20 orang yang melakukan kontak dengan pasien MERS

#Ulasan Hari Ini l 2018-09-10

Warta Berita

ⓒ KBS News

Penyakit Sindrom Pernapasan Timur Tengah (MERS) pertama kali muncul di Korea Selatan dan menjangkit seorang pasien pada bulan Juli 2015 lalu. MERS merupakan penyakit pernafasan yang pertama muncul di kawasan Timur Tengah pada April 2012 sebagai penyakit berbahaya dengan tingkat kematian sampai 46%. Terdapat obat yang mampu mengurangi gejala penyakit tersebut, namun vaksin dan obat penyembuh masih belum ditemukan. Kalangan medis memandang bahwa penyakit itu ditularkan melalui kontak dengan unta, asupan minyak unta dan kontak dengan pasien penderita. 


Korea Selatan telah menderita banyak kerugian akibat wabah MERS pada tahun 2015 lalu. Tahun itu, seorang warga Korea Selatan yang kembali ke Korea pada tgl.20 Mei terjangkit penyakit MERS setelah melakukan perjalanan ke wilayah Timur Tengah. Kekurangan informasi menyebabkan tindakan penyelamatan tahap awal tidak terlaksana dengan maksimal sehingga wabah itu menular cepat dengan jumlah penderita mencapai 186 orang. Wabah MERS terakhir dilaporkan pada tgl.23 Desember dengan 38 orang meninggal dunia dan 16.752 orang lainnya sempat diisolasi. 


Kasus MERS di tahun 2015 menimbulkan dampak yang lebih besar daripada jumlah penderita dan jumlah korban meninggal. Kasus itu membuat kegiatan belanja lokal menurun drastis, termasuk industri pariwisata. Otoritas kesehatan dan kalangan medis Korea Selatan dinilai gagal mengambil tindakan penanggulangan dari awal. Terlebih karena mereka tidak mengumumkan informasi secara transparan sehingga memicu kesimpang siuran isu di kalangan masyarakat. 


Meskipun telah memiliki pengalaman pada kasus MERS 2015, namun proses penanggulangan pada kasus kali ini juga dinilai lamban. Pasien diketahui telah melapor kepada pejabat karantina di bandara bahwa dirinya menderita diare, namun pejabat itu membiarkan pasien melalui bandara karena suhu tubuh terlihat normal dan tidak menunjukkan gangguan pernapasan. Namun dalam 4 jam kemudian, rumah sakit melaporkan kondisi pasien itu kepada pihak berwenang kesehatan Korea Selatan. Banyak pihak berharap agar kasus MERS tidak terulang kembali apabila sejak awal dilakukan proses karantina dan pengelolaan yang tepat.

Pilihan Editor