Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Sujecheon / Somu, Dokgyeong, dan Yeonggwan dari Jeongdaeeop, Jongmyo Jerye-ak / Arirang dari Gangwondo

#Citra Musik Korea l 2018-10-03

Citra Musik Korea


Sujecheon

Semua bangsa dan negara memiliki kisah tersendiri yang menceritakan awal sejarah bangsa mereka. Ketika orang-orang yang tinggal secara terpisah membuat aturan-aturan tersendiri di suatu kelompok, hal itu barangkali menjadi momen dimana manusia berbeda dengan hewan. Hal itu pasti merupakan pengalaman yang luar biasa. Di era dimana huruf tidak ada, pengalaman seperti itu disampaikan dari mulut ke mulut, sehingga menjadi kisah yang misterius dan akhirnya tercatat sebagai mitos. Memang, ada yang mengatakan kisah seperti itu tidak dapat dipercayai karena kebanyakan hanya takhayul, namun pasti ada rasa bangga terhadap bangsanya masing-masing di dalam kisah-kisah itu. Hari ini adalah hari Gaecheonjeol atau Hari Kelahiran Bangsa ke-4351, yaitu hari pendirian kerajaan pertama di Korea yang bernama Gojoseon oleh Raja Dangun di tahun 2333 SM.


Somu, Dokgyeong, dan Yeonggwan dari Jeongdaeeop, Jongmyo Jerye-ak

Judul Sujecheong sendiri mengandung makna doa semoga panjang umur dan makmur. Musik itu pada dasarnya adalah musik kerajaan Baekje, 1400 tahun yang lalu berjudul 'Jeongeupsa.' Katanya, lagu itu diciptakan oleh seorang wanita yang tinggal di Jeongeup. Ia membuat lagu itu sambil menunggu suami yang tidak pulang-pulang. Kemudian lagu itu turun-temurun hingga era Silla Bersatu dan Goryeo dan tidak pernah dilupakan, Setelah memasuki era Joseon, lagu itu menjadi musik yang dimainkan dalam upacara utama di istana. Walaupun irama dan maknanya berbeda dengan lagu aslinya yang dibuat oleh wanita era Baekje, namun yang pasti ada ketulusan hati manusia untuk menghargai orang di musik itu. 


Di era Joseon, hidup seorang Raja Sejong yang sangat mencintai rakyatnya. Dia menciptakan huruf Korea, Hangeul untuk rakyatnya yang tidak mampu belajar huruf China. Dia juga menciptakan musik berjudul 'Yeominrak' untuk dapat dinikmati bersama rakyat. Disini Raja Sejong yang menciptakan musik Yeominrak dan musik ritual Jongmyo Jerye, yaitu 'Jongmyo Jerye-ak' yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Lisan Tak Benda oleh UNESCO. 


Arirang dari Gangwondo
Di dalam musik Jongmyo Jerye-ak, Botaepyeong menggambarkan kemampuan ilmiah dan prestasi raja-raja sebelumnya, sementara musik Jeongdaeeop mengapresiasi kecakapan militer raja-rajanya. Musik Botaepyeong dan Jeongdaeeop masing-masing terdiri atas 11 repertoar. Pada waktu itu, ketika ada upacara pemujaan leluhur di Kuil Jongmyo yang terdapat tablet memorial raja-raja, musik yang dimainkan adalah musik dari China. Walaupun Raja Sejong tidak menyukai dan ingin mengubahnya, namun dia terpaksa melakukannya karena ada protes dari bawahan. Setelah itu, Putra Raja Sejong, yaitu Sejo yang memahami perasaan ayahnya memperbaiki musik Botaepyeong dan Jeongdaeeop agar digunakan sebagai musik Jongmyo Jyereak. Di dalam catatan sejarah Sejong Sillok, tercatat bahwa Raja Sejong mengirim utusan ke setiap wilayah untuk mencatat lagu yang dinyanyikan rakyat daerah setempat. Barangkali hal itu menjadi cara untuk memperhatikan perasaan rakyat yang terdapat dalam lagu tersebut. 

Pilihan Editor