Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Kim Jong-un Undang Pengawas AS ke Situs Uji Nuklir Punggye-ri

#Ulasan Hari Ini l 2018-10-08

Warta Berita

ⓒKBS News

Kunjungan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo ke-4 ke Korea Utara dinilai telah membuka pintu kesepakatan besar antara Korea Utara dan AS. Menteri Pompeo bertemu dengan Kim Jong-un di Pyongyang selama 5 jam 30 menit. Meskipun sampai saat ini belum diketahui apa yang mereka bicarakan, namun AS mengeluarkan reaksi yang positif. Presiden Donald Trump menyambut pertemuan antara Pompeo dan Kim dengan menggunakan istilah 'pertemuan baik' dan 'kemajuan dari kesepakatan di Singapura.’ Menteri Pompeo juga menyatakan bahwa dalam mewujudkan tujuan utamanya, masih banyak hal yang harus dilaksanakan, namun pihaknya telah membuat awal pijakan yang mengesankan.


Dua pihak menyamakan pandangan untuk membuka KTT kedua antara Korea Utara dan AS dalam waktu dekat. Kementerian Luar Negeri AS menyatakan bahwa Korea Utara mengundang tim pengawas untuk secara langsung menyaksikan pembongkaran situs uji coba nuklir Punggye-ri. Terkait dengan hal itu, Menteri Pompeo mengatakan pihaknya telah membahas langkah denuklirisasi yang diambil Korea Utara, bentuk kehadiran pemerintah Washington dalam proses denuklirisasi serta langkah balasan yang akan diambil AS.


Pernyataan tersebut membuat banyak pihak memperkirakan bahwa pihak AS dan Korea Utara kemungkinan telah membahas langkah denuklirisasi Korea Utara dan mengeluarkan deklarasi berakhirnya perang sebagai imbalannya. Secara khusus, undangan tim pengawas AS oleh Korea Utara ke situs uji coba nuklir Punggye-ri mendapat banyak sorotan. Situs uji coba nuklir Punggye-ri telah dibongkar pada tgl.24 Mei sebelum KTT Singapura antara Korea Utara dan AS pada tgl.12 Juni. Kegiatan pembongkaran tersebut terlaksana tanpa pemeriksaan atau kehadiran tim pengawas luar negeri. Akibatnya, banyak pihak yang mencurigai proses pembongkaran tersebut. Namun, apabila pengawasan oleh tim luar negeri dilaksanakan, pandangan negatif terkait pembongkaran tersebut dapat dihilangkan.


Di sisi lain, ada perkiraan bahwa AS dan Korea Utara sulit mencapai kesepakatan mengenai peredaan atau pencabutan sanksi terhadap Korea Utara. AS tetap mengklaim sanksi harus dilaksanakan sampai Korea Utara mewujudkan denuklirisasi lengkap. Sementara itu, persiapan KTT kedua antara Korea Utara dan AS, serta pembahasan tingkat kerja untuk kesepakatan besar tersebut diperkirakan akan berlangsung lebih cepat. Waktu pembukaan KTT kedua dapat dipercepat atau ditunda sesuai dengan tingkat kepuasan AS atas langkah denuklirisasi Korea Utara.

Pilihan Editor