Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Presiden Moon menyerukan pemeriksaan ulang rencana reformasi pensiun nasional

#Ulasan Hari Ini l 2018-11-08

Warta Berita

ⓒYONHAP News

Presiden Moon Jae-in telah membuat instruksi untuk pemeriksaan ulang rencana reformasi pensiun nasional secara keseluruhan. Sebenarnya, perintah presiden itu sudah mencerminkan kegelisahan dari pemerintah. Dalam draf reformasi pensiun, terlihat tiga masalah yang saling bertentangan. Pertama, pensiun semakin berkurang, namun tingkat penggantian pendapatan seharusnya ditingkatkan. Untuk itu, premium pensiun harus dinaikkan tajam, namun sulit pada kenyataannya.


Saat ini, ada kekhawatiran besar bahwa sistem pensiun nasional tidak bisa menjadi sarana pengaman untuk kehidupan penuaan yang berkelanjutan. Dengan demikian, seharusnya tingkat penggantian pendapatan dinaikkan. Namun ini bukan perkara yang mudah, karena kebanyakan sumber dana dibutuhkan untuk menaikkan tingkat penggantian pendapatan, meski hanya satu persen saja.


Terlebih lagi, kekhawatiran semakin meningkat atas penipisan pensiun nasional. Dengan percepatan laju penuaan dan angka kelahiran yang semakin rendah, maka jumlah pembayar premium pensiun justru semakin menurun. Sebaliknya, penerima uang pensiun tumbuh secara luar biasa. JIka tren serupa terus berlanjut, dana pensiun bisa dihabiskan jauh lebih cepat daripada dugaan semula. Menurut prediksi pemerintah, kehabisan dana pensiun nasional akan terjadi tahun 2057, namun pada kenyataaan, kehabisan dana itu diperkirakan akan datang lebih cepat.


Sebagai solusi yang paling rasional, premium pensiun ditingkatkan dan batas umur untuk penerimaan uang pensiun akan dinaikkan. Namun hal itu juga tidak mudah, karena beban premium tersebut diberikan secara langsung kepada masyarakat. Faktanya, pemerintah telah merilis rancangan reformasi yang memuat isi tersebut pada bulan Agustus lalu, namun menuai protes keras dari masyartakat. Reformasi tidak dapat dilaksanakan tanpa adanya dukungan dari masyarakat. Dari sisi pemerintah, masalah itu lebih baik ditangguhkan kepada pemerintahan berikutnya, karena tingkat dukungan pasti akan anjlok. Maka dari itu, pemerintah manapun gagal untuk menaikkan premium pensiun selama 20 tahun terakhir. Sangat sulit untuk menemukan cara untuk meningkatkan manfaat dalam reformasi pensiun nasional tanpa meningkatkan beban masyarakat sekaligus.

Pilihan Editor