Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

AS Memperkuat Jaringan Sanksi terhadap Korea Utara

#Isu Sepekan l 2018-12-02

Warta Berita

ⓒYONHAP News

AS tampaknya memperkuat sanksi terhadap Korea Utara dengan melakukan pemboikotan sekunder terhadap negara tetangga Semenanjung Korea seperti Rusia, Jepang, dan China.


Voice of Amerika (VOA) menyiarkan bahwa Kementerian Luar Negeri AS tidak ragu-ragu melakuakn tindakan tersendiri kepada pihak yang melakukan hal yang dilarang atau menghindari sanksi terhadap Korea Utara.


AS yang memperkuat sanksi menargetkan badan perbankan dan perusahaan di negara-negara sekitar Semenanjung Korea. Menurut VOA, Kementerian Kehakiman AS telah menuduh sebuah perusahaan Singapura dan dua perusahaan China yang terlibat dalam pencucian uang badan perbankan Korea Utara ke pengadilan AS.


Hal yang lebih diperhatikan adalah AS sedang memeriksa badan perbankan Jepang. Sebelumnya pada tanggal 21 November, New York Times melaporkan Kepolisian AS menginvestigasi bank terbesar Jepang, Mitsubishi UFJ Financial Group atas kecurigaan terlibat dalam pencucian uang Korea Utara.


Selain itu, AS sedang memeriksa 40 kapal dan 130 perusahaan yang dicurigai terlibat dalam perdagangan gelap dengan Korea Utara, yang dilarang dalam sanksi Dewan keamanan terhadap Korea Utara.


Tindakan AS menunjukkan tekanan pada Korea Utara yang tidak aktif bernegosiasi sekaligus meningkatkan daya negosiasinya.


AS berpendapat tekanan melalui sanksi dapat mengeluarkan tindakan Korea Utara untuk denuklirisasi. Namun, AS tidak hanya melaksanakan sanksi terhadap Korea Utara.


AS telah mendukung pemeriksaan proyek kereta api antar-Korea, menunda latihan militer gabungan Korea Selatan dan AS. AS berniat, meskipun tekanan militer dapat dilonggarkan, namun sanksi tetap dijalankan sebelum tindakan denukliisasi yang nyata diwujudkan.


Sedangkan Korea Utara berpendapat AS harus mengambil tindakan yang sesuai karena pihaknya telah melakukan sebagian tindakan terkait denuklirisasi.

Pilihan Editor