Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Poryek percobaan Rajin-Khasan Tahun 2014

#Momen ke Arah Unifikasi l 2018-12-06

Selangkah Satu Korea

© KBS

Kedua Korea pernah membuat percobaan pertama untuk menghubungkan kembali transportasi yang terputus dan memperluas jangkauan ekonomi mereka ke Eurasia pada tahun 2014 lalu. Pada tahun 2008, Korea Selatan menunjukkan ketertarikan pada proyek Rajin-Khasan yang sebelumnya telah disepakati oleh Rusia dan Korea Utara. Saat itu, konsorsium yang terdiri dari pembuat baja Korea Selatan POSCO, operator kereta api negara KORAIL dan perusahaan maritim Hyundai berusaha membeli 49 persen saham RasonConTrans, perusahaan patungan Korea Utara dan Ruisa yang menangani proyek kereta api dan pelabuhan.


Selama KTT Korea Selatan dan Rusia pada tgl.13 November tahun 2013, keduanya menyetujui keikutsertaan Korea Selatan dalam proyek Rajin-Khasan. Proyek logistik tiga arah dirancang untuk menguntungkan semua negara yang terlibat, yakni kedua Korea dan Rusia. Korea Selatan memutuskan untuk melakukan proyek sebagai pengecualian sanksi yang diberlakukan terhadap Korea Utara pada tahun 2010. Tim pemeriksa Korea Selatan mengunjungi Korea Utara pada bulan Februari tahun 2014 untuk mengadakan studi lapangan atas pelabuhan Rajin dan fasilitas kereta api. Dalam uji coba itu, 40.500 ton batu bara produk Siberia diangkut dari Khasan ke Rajin dengan kereta api sepanjang 54 kilometer dan kemudian tiba di pelabuhan Pohang, Korea Selatan dengan kapal. Ini menandai pertama kalinya batu bara Rusia dikirim ke Korea Selatan melalui Korea Utara sejak pembagian semenanjung.


Pada bulan Maret tahun 2016, dua minggu setelah PBB mengadopsi resolusi untuk menerapkan sanksi ekonomi pada Korea Utara, pemerintah Seoul ikut melakukan sanski pribadi terhadap Pyongyang. Hasilnya, proyek Rajin-Khasan terhenti. Namun kemajuan yang cepat dalam hubungan antar-Korea tahun ini meningkatkan harapan bahwa proyek itu mungkin akan dilanjutkan. Menyusul survei bersama kedua Korea tentang jalur rel kereta api Korea Utara yang dimulai pada tgl.30 November, ada harapan yang meningkat untuk memulai kembali proyek Rajin-Khasan yang tertunda.

Pilihan Editor