Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Parlemen Membahas Rancangan Anggaran pada Sidang Paripurna Hari Jumat

#Ulasan Hari Ini l 2018-12-07

Warta Berita

ⓒKBS News

Proses meloloskan rancangan anggaran tahun depan melibatkan pertentangan antara partai oposisi mayoritas dan partai oposisi minoritas. Partai berkuasa dan oposisi sebenarnya juga menunjukkan perbedaan pandangan pada rancangan anggaran, namun tiga partai oposisi minoritas menuntut reformasi sistem pemilu dan lolosnya rancangan anggaran secara bersamaan. Meskipun demikian, partai berkuasa dan partai oposisi mayoritas telah menyepakati lolosnya rancangan anggaran tanpa menerima tuntutan tersebut.


Partai Bareun Mirae, Partai Demokrasi dan Perdamaian, serta Partai Keadilan menuntut sistem pemilu baru. Sistem tersebut mengatur perwakilan proporsional gaya baru yang menetapkan jumlah kursi parlemen berdasarkan rasio perolehan suara dari masing-masing partai. Saat ini, jumlah kursi parlemen tiga partai oposisi minoritas sangat berkurang, sehingga mereka terpaksa berkoalisi dengan partai mayoritas, baik partai berkuasa atau partai oposisi utama.


Sistem perwakilan proporsional baru yang diajukan partai oposisi minoritas ditentang oleh partai mayoritas. Sehingga, partai berkuasa, Partai Demokrat Korea dan oposisi utama Partai Kebebasan Korea langsung menyepakati lolosnya rancangan anggaran tahun depan untuk kepentingan pribadi partai mereka.


Selain meloloskan rancangan anggara tahun depan bersama partai oposisi utama, partai berkuasa juga menjaga kerangka proyek utama, termasuk dana kerja sama antara dua Korea. Partai Kebebasan Korea mendapat keuntungan partai melalui pemotongan anggaran sebesar 5 triliun won dan pembatasan volume peningkatan jumlah pegawai pemerintah yang berkurang 3 ribu orang dari awal tuntutan pemerintah.


Sistem perwakilan proporsional baru yang dituntut oleh tiga partai oposisi minoritas menyatakan jumlah kursi dibagi sesuai rasio perolehan suara partai. Sedangkan sistem pemilihan distrik kecil yang berlaku saat ini, calon yang mendapatkan suara tertinggi dapat menduduki kursi di parlemen, sehingga suara yang yang terkumpul bagi calon yang kalah menjadi sia-sia. Sistem perwakilan proporsional diusulkan partai-partai minoritas  untuk membagi jumlah kursi di parlemen sesuai rasio perolehan suara masing-masing partai, selain pemenang di distrik pemilihan.

Pilihan Editor