Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Dapatkah Pembicaraan anatara Korea Utara dan AS Berjalan?

#Isu Sepekan l 2019-01-06

Warta Berita

ⓒYONHAP News

Presiden AS Donald Trump dalam akun Twiter-nya pada tanggal 1 Januari menyebut ia menantikan pertemuan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.


Kemudian dalam rapat kabinet tanggal 2 Januari, Trump mengumumkan surat dari Kim Jong-un dan mengatakan mereka akan segera bertemu.


Trump merespon dengan cepat setelah Kim Jong-un menyatakan niatnya untuk membuka KTT Korea Utara-AS dalam pidato tahun barunya. Kim sempat menyatakan ia bersedia duduk di meja dialog dengan AS dan berupaya membuat hasil yang memuaskan bagi masyarakat internasional.


Dalam pidato itu, Kim menegaskan Korea Utara tidak akan membuat senjata nuklir dan melakukan uji coba nuklir. Jika AS menyambutnya dengan tindakan yang sesuai, pihaknya akan segera menjalankan proses denuklirisasi.


Sejak gagal melaksanakan pertemuan tingkat tinggi pada awal bulan November lalu, Trump sering menyebut keinginannya untuk membuka KTT ke-2 dengan Kim Jong-un. Untuk itu, Trmp mengumumkan surat dari Kim Jong-un.


Banyak pihak menganggap ungkapan Trump untuk menantikan pertemuan dengan Kim sebagai basa basi, sedangkan pengumuman surat Kim Jong-un adalah semacam bagian agenda tertentu. Artinya, Trump ingin mengusahakan pembicaraan Korea Utara dan AS dengan menghapus kecurigaan masyarakat internasional, sekaligus menegaskan prestasinya dalam menahan perang besar di Asia.


Pembicaraan Korea Utara dan AS telah lama tertunda, sedangkan Trump dan Kim dianggap mengambil tindak diplomatik melalui surat-menyurat.


Meskipun demikian, KTT Korea Utara dan AS yang ke-2 diperkirakan tidak akan berjalan lancar karena secara langsung harus menuntut hasil nyata, berbeda dengan pertemuan pertama mereka. Korea Utara dan AS memiliki pandangan berbeda tentang konsep denuklirisasi dan tindak awal bersangkutan.


Kini muncul perhatian pada bagaimana usaha kedua negara untuk menghasilkan KTT tersebut secara nyata.

Pilihan Editor