Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Media Korea Utara dan China Konfirmasikan Perjalanan Kim Jong-un ke China

#Ulasan Hari Ini l 2019-01-08

Warta Berita

ⓒKBS News

Kunjungan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un ke China ditafsirkan sebagai sinyal untuk pembukaan KTT antara Korea Utara dan AS yang hampir terlaksana. China adalah satu-satunya 'jalur kelangsungan hidup’ bagi Korea Utara yang terisolasi akibat sanksi dunia internasional. Sedangkan Korea Utara menjadi negara dengan kedudukan penting bagi China dari sisi strategis. Oleh karena itu, menjelang pembukaan KTT antara Korea Utara dan AS, dua negara harus mengatur kepentingan dan strategi masing-masing. Kim Jong-un pada tahun lalu pernah tiga kali melakukan kunjungan ke China sebelum mengambil keputusan penting dalam pemerintahannya. Kim melaksanakan lawatan pertama menjelang kunjungan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo ke Korea Utara pada bulan Maret. Menjelang pembukaan KTT pertama antara Korea Utara dan AS di Singapura, Kim bertemu dengan Presiden Xi Jinping pada bulan Mei dan Juni. Kunjungan Kim ke China kali ini juga dimaknai bahwa transaksi denuklirisasi antara Korea Utara dan AS serta langkah balasan dari pihak AS sedang aktif berlangsung. Dengan kata lain, Kim mengunjungi China untuk berdiskusi mengenai isi negosiasi dan mengaturnya.


Korea Utara memiliki tujuan untuk meredakan sanksi terhadap negaranya dengan bantuan China. China juga dapat meredakan konflik perdagangan dengan AS melalui Korea Utara. Apabila Korea Utara dan China dapat mengatur kesepakatan mereka dengan baik, negosiasi antara Korea Utara dan AS diperkirakan akan lebih cepat terlaksana. Namun, apabila Korea Utara berniat untuk mengontrol kecepatan dengan menempatkan China di belakangnya, sementara AS mengkriitk China yang berada di belakang Korea Utara, kondisi di Semenanjung Korea justru akan semakin rumit dan kacau. AS masih menunjukkan sikap hati-hati dalam menanggapi kunjungan Kim. Menteri Luar negeri AS Mike Pompeo pernah mengatakan bahwa China memiliki peran yang positif dalam perkembangan Semenanjung Korea. Meskipun demikian, AS tidak menginginkan hubungan Korea Utara dan China berkembang menjadi kerja sama yang terlalu solid.

Pilihan Editor