Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Sistem klasifikasi sosial Korea Utara

#Mengenal Korea Utara l 2019-01-10

Selangkah Satu Korea

© YONHAP News

Penduduk Korea Utara dibagi menjadi tiga kelas, yaitu kelas Inti atau setia, kelompok biasa atau kelas bimbang, dan kelas musuh. Di Korea Utara, kelompok teratas adalah kelas inti atau kelas setia. Kelas inti mencakup kelaurga Kim yang berkuasa, keturunan pejuang yang melawan kekerasan kolonial Jepang dan keluarga tentara yang berpartisipasi dalam Perang Korea. Kelompok elit ini berjumlah sekitar 30 persen dari populasi dan menikmati keistimewaan dalam makanan, perumahan, pekerjaan dan pendidikan. Kelompok kedua, atau kelas bimbang mencapai 50 persen populasi dan terdiri dari kelompok biasa seperti pedagang, pekerja kekantoran dan pekerja kasar. Terakhir kelompok musuh adalah mereka yang paling rawan memberontak. Pada dasarnya, kelas musuh diblokir dari kegiatan masyarakat yang biasa. Mereka tidak dapat menjadi anggota Partai Buruh, tidak peduli seberapa pintar atau berbakat mereka. 

 

Terisolasi dari dunia luar, masyarakat Korea Utara dikendalikan dan diawasi dengan ketat oleh negara. Sistem status warga atau kasta merupakan alat kunci untuk mempertahankan rezim sosialis. 


Namun sistem status tampaknya semakin bergejolak pada akhir-akhir ini, karena nilai uang menjadi semakin penting dalam masyarakat Korea Utara. Sejalan dengan meningkatnya kegiatan ekonomi pribadi sejak tahun 2000-an, Korea utara telah melihat pergerakan kelas, meski hanya sebagian. Sistem status Korea Utara berkontribusi dalam mengawasi masyarakat. Namun dengan informasi dari luar yang mengalir ke negara tertutup itu, harus dilihat berapa lama dan seberapa ketat rezim dapat terus mengendalikan penduduknya.

Pilihan Editor