Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

KTT kedua AS dan Korea Utara akan Digelar tgl.27-28 Februari di Vietnam

#Fokus Sepekan l 2019-02-07

Selangkah Satu Korea

© YONHAP News

Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un akan mengadakan pertemuan ke-2 di Vietnam pada tgl.27 dan 28 Februari. KTT putaran kedua AS dan Korea Utara akan berlangsung delapan bulan setelah pertemuan pertama bulan Juni tahun lalu, yang disebut sebagai ‘pertemuan puncak abad ini’. Vietnam mempertahankan hubungan persahabatan dengan Korea Utara dan juga AS, dan telah diakui sebagai tuan rumah yang disukai dua pihak karena posisi netralnya. 


Banyak pengamat memperkirakan KTT kedua akan menyelesaikan langkah-langkah denuklirsasi yang diajukan oleh AS, seperti pembongkaran tempat tes nuklir Punggye-ri dan tempat tes mesin misil Tongchang-ri Korea Utara, termasuk proses verifikasinya. Kim Jong-un secara langsung dan tidak langsung telah menggambarkan niatnya untuk membongkar fasilitas nuklir Yongbyon dan menerima pemeriksaan kawasan nuklir tersebut. Mengenai tindak timbal balik Washington yang diminta oleh Pyongyang, yaitu menandatangani perjanjian damai dan mencabut sanksi pada Korea Utara, AS mungkin akan bernegosiasi atas kemungkinan pembukaan kantor penghubung antara kedua negara dan mengumumkan berakhirnya Perang Korea. 


Korea Utara harus mengambil langkah tambahan untuk denuklirsasi lengkap, sementara AS harus membangun hubungan baru dengan Korea Utara dan rezim perdamaian permanen di Semenanjung Korea sebagai tindakan yang sesuai. Dengan mengutip kemungkinan bahwa AS juga akan mengadakan KTT dengan China di Vietnam pada akhir bulan ini, ada yang berspekukasi bahwa Korea Selatan, Korea Utara, AS dan China dapat terlibat dalam perundingan empat pihak mengenai deklarasi untuk mengakhiri perang. Sementara itu, untuk saat ini, AS dan Korea Utara tengah mengaktifkan negosiasi tingkat kerja jelang KTT ke-2 di Vietnam. Keduanya akan terus berupaya untuk mengisi kekosongan dalam pembicaraan tingkat kerja, dan mereka akan selesai mengatur perbedaan pandangan sebelum putaran kedua KTT mendatang. 

Pilihan Editor