Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Datangnya Era GNI 30 Ribu Dolar Amerika

#Isu Sepekan l 2019-03-10

Warta Berita

ⓒYONHAP News

Korea Selatan berhasil mencapai Pendapatan Nasional Bruto (GNI) per kapita yang melampaui 30 ribu dolar AS sehingga dapat dianggap termasuk dalam negara maju. GNI per kapita Korea Selatan adalah 31.349 dolar Amerika pada tahun 2018.


Diperlukan waktu selama 12 tahun agar Korea Selatan mencapai angka tersebut, setelah melampaui 20 ribu dolar pada tahun 2006.


Menurut laporan pendahuluan tentang pendapatan nasional tahunan dari Bank Sentral Korea (BOK), pendapatan per kapita untuk tahun 2018 telah mencapai 31.349 dolar, meningkat 5,4 persen dibandingkan tahun lalu.


Korea Selatan adalah negara termiskin dengan Produk Nasional Bruto (GNP) per kapita 66 dolar pada tahun 1955. GNI Korea Selatan per kapita menembus 100 dolar pada tahun 1963 dan kemudian meningkat ke angka 1.000 dolar dalam waktu 14 tahun. GNI Korea Selatan menembus 3.000 dolar pada tahun 1987 dan melampaui 10.000 dolar pada tahun  1994. Akibat krisis IMF, GNI Korea Selatan per kapita sempat turun ke 7.989 dolar pada tahun 1998 dan kembali melonjak ke 10.000 dolar lima tahun kemudian.

 

Dibandingkan dengan negara lain, Korea Selatan membutuhkan lebih lama waktu untuk mencapai GNI per kapita 30 ribu dolar.


Pencapaian GNI perkapita 30 ribu dolar ini memiliki dua makna. Pertama, Korea Selatan memasukkan dirinya ke jajaran negara maju. 30-50 Klub adalah negara berpenduduk lebih dari 50 juta orang dan mempunyai GNI per kapita lebih dari 30 ribu dolar. Hanya 6 negara saja termasuk dalam grup ini, diantaranya AS, Jerman, Inggris, Jepang, Prancis, dan Italia. Korea Selatan menjadi negara ke-7 di Klub 30-50 ini. Kedua, Korea telah mengatasi kesulitan dalam melompat dari negara berkembang ke negara maju.


Akan tetapi, Korea Selatan harus menyelesaikan tugas yang dihadapinya. Angka pertumbuhan GDP nyata tahun lalu hanya 2,7 persen dan terendah dalam 20 tahun terkahir. Jika mempertimbangkan harga barang, pendapatan rumah tangga dan raba operasional perusahaan ternyata angka pertumbuhan ini bisa dikatakan sangatlah kurang. Artinya, kondisi perekonomian Korea Selatan saat ini sangat sulit.


Bahkan angka pertumbuhan ekspor juga menurun sejak awal tahun ini akibat turunnya harga semikonduktor yang merupakan barang ekspor utama bagi Korea Selatan dan perekonomian domestik tampaknya tidak memulih. Hal-hal itu membuat masyarakat tidak merasakan era GNI 30 ribu dolar ini.


Sebab itu, diperlukan restrukturisasi pada industri utama seperti semikonduktor, perkapalan, baja, dan sebagainya, dan meningkatkan daya saing serta menyelesaikan bipolarisasi.

Pilihan Editor