Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

IMF Sarankan Anggaran Tambahan yang Besar, Pemerintah Membahasnya Jika Anggaran Tambahan untuk Debu Halus Dipertimbangkan

#Ulasan Hari Ini l 2019-03-13

Warta Berita

ⓒYONHAP News

Delegasi misi dari Dana Moneter Internasional (IMF) menganalisis perekonomian Korea Selatan sebagai berikut;

Pertama, pemerintah Korea Selatan seharusnya menyediakan anggaran tambahan yang besar untuk mencapai target angka pertumbuhan negaranya untuk tahun ini. Kedua, perekonomian Korea Selatan menghadapi tantangan sistematis.


Ukuran anggaran tambahan yang dianjurkan IMF adalah 9 triliun won, 0,5 persen dari Produk Domestik Bruto (GDP) Korea Selatan. Jumlah anggaran ini 2,3 kali lipat dari anggaran tambahan tahun lalu, tetapi kurang dari tahun 2017, sebanyak 11,2 triliun won. IMF juga menegaskan semakin cepat penyediaan anggaran tambahan akan semakin baik.


IMF juga menasihati Bank Sentral Korea untuk memiliki ‘kecenderungan pelonggaran yang jelas’ dalam kebijakan moneternya.


Sementara itu pemerintah Korea Selatan tampaknya menunda pembahasan tentang penyediaaan anggaran tambahan tersebut karena telah menyusun anggaran dengan skala sangat besar, sebanyak 470 triliun won untuk tahun ini. Wakil Perdana Menteri Urusan Perekonomian Hong Nam-ki mengatakan, jika mempertimbangkan anggaran tambahan untuk masalah debu halus, saran dari IMF dapat dibahas sekaligus dengan mempertimbangkan situasi ekonomi.


Namun, belum jelas apakah anggaran tambahan dapat memulihkan kondisi ekonomi. Perekonomian Korea Selatan saat ini sulit karena ekonomi domestik yang kian memburuk dan penurunan ekspor. Volum ekspor untuk bulan Maret hingga tanggal 10 mencatat 11 miliar dolar, berkurang 19,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Selisih penurunan ekspor semakin besar, dari 1,2 persen bulan Desember tahun lalu, 5,8 persen bulan Januari, hingga 11,1 persen bulan Februari. Kondisi ini dipengaruhi unsur eksternal seperti ketidakstabilan ekonomi dunia. Oleh sebab itu, efek dari anggaran tambahan juga diragukan.


Tantangan yang ditunjuk IMF juga merupakan salah satu unsur yang tidak dapat menjamin efek dari anggaran tambahan. Kemerosotan ekonomi Korea Selatan belakangan ini dianalisis berasal dari masalah sistematisnya seperti kekakuan pasar tenaga kerja, polarisasi antara perusahaan besar dan perusahaan kecil dan menengah, perselisihan produktivitas antara industri manufaktur dan industri layanan, kekurangan penggunaan tenaga kerja wanita, dan sebagainya.


Singkatnya, IMF menyatakan dasar ekonomi Korea Selatan masih kukuh tapi kondisi ekonomi Korea Selatan tidak sebaik. Menurutnya, target angka pertumbuhan yang diumumkan pemerintah, 2,6-2,7 persen sulit dicapai sehingga perlu dilaksanakan reformasi struktur dalam jangka menengah dan panjang sambil menjaga kondisi ekonomi dengan anggaran tambahan.


Sementara itu, kemungkinan penyusunan anggaran tambahan tampaknya tidak tipis karena tidak banyak langkah kebijakan ekonomi yang dapat diambil pemerintah saat kondisi ekonomi buruk. Namun demikian, Bank Sentral Korea tidak mudah melakukan penurunan suku bunga jika mempertimbangkan selisih beda suku bunga dengan AS.

Pilihan Editor