Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Nasihat IMF terhadap Ekonomi Korea

#Isu Sepekan l 2019-03-17

Warta Berita

ⓒYONHAP News

Dana Moneter Internasional (IMF) mengusulkan Korea Selatan perlu menyusun anggaran tambahan ekonomi yang besar untuk mencapai target rasio pertumbuhan tahun ini, sebanyak 2,6-2,7 persen.


Sebuah delegasi misi dari IMF telah mengadakan rapat tahunan dengan pemerintah dan otoritas Korea Selatan tentang tren dan prospek ekonomi, unsur bahaya, dan nasihat untuk kebijakan mulai tanggal 27 Februari hingga 13 Maret. Dalam kesempatan itu, IMF mengatakan kebijakan monetor Bank Sentral Korea seharusnya memiliki  ‘kecenderungan pelonggaran yang jelas’.


Delegasi IMF itu menyatakan anggaran tambahan lebih dari 0,5 persen dari Produk Domestik Bruto (GDP) Korea Selatan dan semakin cepat penyediaan anggaran tambahan akan semakin baik. Jumlah anggaran ini 2,3 kali lipat dari anggaran tambahan tahun lalu, tetapi kurang dari tahun 2017, yang saat itu mencapai 11,2 triliun won.


Ketua delegasi IMF, Necmettin Tarhan Feyzioglu menegaskan kini saatnya untuk pemerintah Korea Selatan berupaya untuk mendorong pertumbuhan dengan penyediaan kebijakan. Ketua delegasi itu juga menambahkan perekonomian Korea Selatan fondasinya kukuh tapi menghadapi tantangan dalam jangka menengah dan panjang. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Korea Selatan sedang lemah akibat berkurangnya investasi dan perdagangan dunia, tekanan inflasi rendah, dan perekrutan pun lemah.


Sebab itu pemerintah Korea Selatan harus menyediakan kebijakan keuangan yang luas dan kebijakan monetor yang longgar.


Penilaian IMF ini bermakna, kondisi ekonomi Korea sulit. Kini ekonomi negara ini menderita kelemahan ekonomi domestik dan penurunan ekspor.


Pemerintah telah menyusun anggaran sebanyak 470 triliun won untuk tahun ini, lebih banyak 10 persen daripada tahun lalu. Meskipun Wakil Perdana Menteri Urusan Perekonomian Hong Nam-ki menyatakan pihaknya belum mempertimbangkan anggaran tambahan, tapi perihal anggaran tambahan ini kemungkinan akan dibahas karena pemerintah pun belum ada ide tentang kebijakan ekonomi yang sesuai.

Pilihan Editor