Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Strategi Inovasi Pariwisata Korea Selatan

#Isu Sepekan l 2019-04-06

Warta Berita

ⓒYONHAP News

Pemerintah Korea Selatan mengumumkan ‘strategi inovasi pariwisata Korea Selatan’ dalam rapat strategi pariwisata negara yang dihadiri Presiden Moon Jae-in pada tanggal 2 April.


Inti strategi inovasi itu adalah perkembangan industri pariwisata, khususnya di bidang wilayah, konten, dan industri. Targetnya adalah meningkatkan jumlah wisatawan asing ke Korea Selatan sampai 23 juta orang hingga tahun 2022 dan juga menaikkan tingkat kunjungan wisatawan asing ke daerah sampai 60 persen dari persentase 49,6 persen saat ini.


Untuk meningkatkan kunjungan ke daerah, pemerintah akan menumbuhkan satu kota besar sebagai ‘kota wisata internasional’ dan 4 daerah sebagai ‘kota utama wisata daerah’. Pemerintah berencana menciptakan model wisata daerah yang berhasil dan menyebarkan wisatawan ke berbagai lokasi.


Dalam langkah yang sama, pemerintah memudahkan penerbitan visa. Penerbitan visa multiple diperluas ke 13 daerah di China dalam semester pertama tahun ini. Wisatawan Vietnam, Filipina, dan Indonesia dapat meminta dan mendapat visa melalui internet. Kelompok wisatawan India dapat diberikan visa kelompok. Dalam semester pertama ini, pemerintah Korea Selatan akan membuka kantor khusus untuk penerbitan visa di wilayah Asia Tenggara.


Untuk bagian konten wisata, pemerintah membangun ruang pementasan K-pop dan mengembangkan paket wisata yang melibatkan transportasi, penginapan, dan aktivitas. Mulai tahun depan diadakan festival K-pop secara rutin, dua kali setiap tahun.


Pemerintah juga akan menggunakan Zona Demilitersasi (DMZ) untuk pariwisata. Pemerintah membentuk ‘perjalanan perdamaian’ dengan tiga rute di dalam DMZ sehingga orang umum dapat mengunjungi kawasan DMZ.


Selain itu, pemerintah akan mengembangkan olahraga elektronik sebagai pariwisata yang baru. Untuk itu, membuat lapangan khususnya dan menggelar pertandingan internasionalnya.


Pemerintah berencana menumbuhkan sejumlah 1.000 pengusaha pariwisata dan memberikan dana bantuan sebanyak 50 juta won hingga tahun 2022. Melalui bantuan tersebut, diharapkan dapat memperbanyak lapangan kerja menjadi 960 ribu dari 580 ribu pada tahun ini.

Pilihan Editor