Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Deklarasi Zona Bencana Khusus bagi Daerah yang Terdampak Kebakaran Hutan Gangwondo

#Ulasan Hari Ini l 2019-04-08

Warta Berita

ⓒYONHAP News

Langkah yang diambil pemerintah dan swasta untuk menangani kebakaran hutan di provinsi Gangwondo kali ini dinilai telah menurunkan kerugian karena mengambil langkah dengan cepat dan efektif. Kebakaran hutan di lima kota dan kabupaten di Gangwondo dimulai malam tanggal 4 April lalu, dan membakar hutan seluas 530 ha. Sumber api kecil menyebar luas secara cepat akibat angin kencang pada hari itu, sehingga merugikan kota-kota sekitarnya. Dalam peristiwa ini, 401 unit rumah, 77 unit gudang, 158 unit fasilitas pariwisata, 900 unit fasilitas pertanian dan peternakan hangus terbakar. Dua orang tewas dan jumlah pengungsi sampai hari Senin ini melebihi 7 juta orang.


Wilayah timur di Gangwondo sering mengalami kebakaran hutan pada musim semi. Akibat ciri khas geografis, sumber api kecil yang bergabung dengan angin kencang di daerah ini sering kali menyebabkan terjadinya kebakaran kecil maupun besar. Pendeklarasian wilayah Gangwondo sebagai Zona Bencana Khusus akibat kebakaran hutan, merupakan kali ketiga setelah kebakaran wilayah pantai timur tahun 2000, dan kebakaran wilayah Yangyang tahun 2005 lalu.


Kebakaran hutan kali ini terjadi sebagai bencana alam. Namun, pengambilan langkah yang cepat dapat mengurangi kerugian akibat kebakaran hutan. Sejak awal kebakaran hutan, dukungan tenaga dan material diberikan secara cepat. 820 unit kendaraan dan 51 unit helikopter pemadam kebakaran dikerahkan dari seluruh daerah di Korea Selatan. 14 ribu orang tenaga kerja khusus pemadam kebakaran, militer, polisi, dan lainnya juga dikerahkan untuk memadam dan mencegah penyebarluasan kebakaran.


Langkah dari tingkat swasta juga terasa efektif. Wilayah yang terkena dampak kebakaran hutan kali ini adalah tempat resor yang mewakili Korea Selatan. Karena itu, pada saat itu ada banyak turis dan para siswa yang sedang mengadakan perjalanan. Namun, pihak-pihak terkait mengambil langkah efektif. Walaupun sejumlah bus yang menampung 200 orang siswa SMP di kabupaten Goseong terbakar, para siswa dapat melarikan diri dengan selamat berkat langkah dari guru dan latihan keselamatan yang telah mereka lakukan.


Langkah pemerintah juga dinilai efektif walaupun pengalihan tugas Menteri Keamanan dan Administrasi Publik dilaksanakan. Perdana Menteri Lee Nak-yon juga mengunjungi lapangan untuk mengambil langkah yang tepat. Namun, ada juga kritik atas sistem pemadaman kebakaran. Misalnya, tidak ada helikopter khusus pemadaman kebakaran yang digunakan pada malam hari. Ada pihak yang mengkritik dibutuhkannya pengembangan bahan pemadaman kebakaran yang disemprot di wilayah yang terkena dampak kebakaran.

Pilihan Editor