Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Presiden Moon Jae-in Usulkan KTT Dengan Korut

#Ulasan Hari Ini l 2019-04-15

Warta Berita

ⓒYONHAP News

Presiden Moon Jae-in bertekad untuk menggelar KTT antara dua Korea sebab dia telah menegaskan keinginan kuat Korea Utara dan AS untuk melanjutkan dialog. Sebelumnya, tekad AS untuk melanjutkan dialog dengan Korea Utara ditegaskan dalam KTT antara Korea Selatan dan AS. Oleh sebab itu, Presiden Moon berencana untuk menyukseskan KTT antara Korea Utara dan AS setelah membuka dialog dengan Korea Utara.


Terkait rencana KTT ketiga antara Korea Utara dan AS, ketiga negara bersikap positif. Presiden Trump mengatakan, saat dia bertemu dengan Presiden Moon pada tanggal 11 April lalu, bahwa KTT ketiga dengan Korea Utara dapat dilaksanakan. Pemimpin Kim Jong-un juga menyatakan di dalam pidato Majelis Rakyat Tertinggi pada tanggal 12 April lalu bahwa dia berniat untuk menggelar KTT ketiga dengan AS.


Rasa saling percaya antara Presiden Trump dan Kim Jong-un juga ditegaskan kembali. Kim Jong-un mengatakan, “kami berdua telah menjaga hubungan yang baik.” Presiden Trump juga menggunakan ekspresi ‘sangat baik’ mengenai hubungannya dengan Kim Jong-un. Sehubungan dengan cara pelaksanaan KTT, Presiden Moon dan Presiden Trump menyamakan pandangan bahwa ‘cara berdialog top-down’ sangat dibutuhkan dalam proses perdamaian Semenanjung Korea. Hal tersebut dapat diartikan bahwa cara tersebut akan tetap digunakan dalam KTT ketiga walaupun pertemuan di Hanoi tidak membuahkan hasil.


Walaupun tekad kedua negara untuk berdialog telah ditegaskan, namun keduanya tidak akan menyerah mengenai langkah denuklirisasi yang diinginkan masing-masing pihak. Presiden Trump tetap menuntut ‘big deal’ dan menekan Korea Utara melalui sanksi.  Dalam pidatonya di Majelis Rakyat Tertinggi kali ini, Kim Jong-un juga menyatakan dia tidak akan menyerah atau berkompromi terkait langkah denuklirisasi. Akibatnya, perbedaan pandangan kedua pihak cukup besar, sehingga sulit untuk mencari jalan keluar.


Oleh sebab itu, banyak pihak yang memperhatikan peran Korea Selatan. Kim Jong-un mengkritik sikap Korea Selatan dengan mengatakan agar Korea Selatan tidak ikut campur dengan mengambil peran sebagai perantara. Namun, hanya Korea Selatan yang dapat mempersempit pandangan antara Korea Utara dan Amerika Serikat.


Big deal yang diusulkan oleh AS adalah denuklirisasi lengkap dan pencabutan sanksi dilaksanakan secara bersamaan. Namun, Korea Utara ingin mengambil langkah denuklirisasi secara bertahap. Akhirnya, Korea Selatan mengusulkan good enough deal, yaitu kesepakatan komprehensif dan pelaksanaan secara bertahap. Dengan kata lain, kedua negara mencapai kesepakatan secara komprehensif yang setaraf dengan 'big deal' seperti yang diinginkan AS, dan Korea Utara mendapatkan kompensasi yang diinginkan. Namun, usulan pemerintah Seoul tidak diterima oleh Korea Utara dan AS. Karena itu, peranan Presiden Moon Jae-in sulit dilaksanakan. Dari sisi itu, kesukesesan KTT antara dua Korea menjadi barometer apakah ketegangan antara Korea Utara dan AS akan lama berlanjut atau tidak.

Pilihan Editor