Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Dua Tahun Pemerintahan Moon Jae-in

#Isu Sepekan l 2019-05-11

Warta Berita

ⓒ KBS News


Sudah dua tahun sejak Pemerintahan Presiden Moon Jae-in diresmikan pada tanggal 10 Mei 2017 lalu. Pada tahun pertama pemerintahan Moon, suasana penuh dengan harapan dan damai meningkat di Semenanjung Korea, namun pada tahun keduanya ini pemerintahan Moon menghadapi beberapa tantangan internal dan eksternal.


Hasil evaluasi prestasi pemerintahan Moon boleh dikatakan di bawah harapan. Proses perdamaian Semenanjung Korea yang dianggap sebagai jasa besar Presiden Moon sedang menghadapi tantangan karena peluncuran proyektil Korea Utara (Korut) berturut-turut setelah gagalnya KTT Korut-AS di Hanoi.


Perekrutan yang dijanjikan Presiden Moon pada saat awal dirinya menjabat sebagai presiden pun mencatat rekor terendah dalam sembilan tahun terakhir. Prestasi ekonomi juga tidak bisa dikatakan memuaskan. Peningkatan ekonomi untuk triwulan pertama tahun 2019 mencatat minus 0,3 %, serta ekspor dan investasi ikut menurun.


Sebagian pihak menuntut untuk mengganti prinsip kebijakan ekonomi pemerintahan Moon karena prestasi perekonomian yang rendah akibat efek samping dari kenaikan upah minimum yang dratis dan pelaksanaan sistem jam kerja 52 jam seminggu yang dirasa memberatkan.


Dalam kondisi seperti itu, Presiden Moon mengungkapkan pendapatnya dalam sebuah acara khusus KBS, ‘Bertanya kepada presiden’ dalam rangka menyambut tahun kedua pemerintahan Presiden Moon.


Namun, Korut kembali meluncurkan proyektil jarak pendek pada hari itu setelah sebelumnya meluncurkan beberapa proyektil yang masih belum dapat diidentifikasi pada tanggal 4 Mei lalu. Tentu saja hal itu membuat pemerintah Korea Selatan (Korsel) sulit untuk segera melaksanakan bantuan pangan kepada Korut secara manusiawi. Moon menyebutkan, dirinya hendak memperingatkan bahwa perbuatan Korut yang berulang seperti itu dapat menyulitkan kondisi dialog dan negosiasi terkait isu denuklirisasi. Ditambahkannya, seharusnya Korut mengungkapkan jika ada hal yang kurang memuaskan dalam pembicaraan dengan AS. 


Terkait pemberian bantuan pangan kepada Korut, Moon mengatakan bahwa hal itu harus disetujui oleh masyarakat Korsel sehingga dirinya mengusulkan pertemuan pimpinan partai berkuasa dan oposisi untuk membahas perihal tersebut.


Mengenai perekonomian, Moon mengakui bahwa pertumbuhan minus dirasa cukup mengkhawatirkan, namun dirinya mengharapkan prediksi perkembangan ekonomi akan segera kembali ke kisaran 2% pada semester kedua tahun ini.


Tanggapan partai berkuasa dan oposisi cukup berbeda mengenai prestasi pemerintahan Moon selama dua tahun terakhir. Partai berkuasa menilai Moon berprestasi baik dalam bidang pemberantasan korupsi dan penempatan perdamaian di Semenanjung Korea. Sementara partai oposisi mengkritik pemerintahan Moon gagal dalam melaksanakan kebijakan ekonomi dan personalia. 

Pilihan Editor