Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Korea Utara Luncurkan Rudal

#Isu Sepekan l 2019-05-11

Warta Berita

ⓒ KBS News


Korea Utara (Korut) kembali meluncurkan rudal dari Provinsi Pyongan Utara ke arah Laut Timur pada tanggal 9 Mei. Sebelumnya, pada tanggal 4 Mei lalu Korut juga telah melakukan peluncuran senjata strategi terbaru. 


Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in mengatakan, jika proyektil yang diluncurkan Korut adalah rudal balistik, hal itu melanggar resolusi Dewan Keamanan Perserikat Bangsa-Bangsa. Kemudian, Moon menambahkan dirinya ingin mengingatkan bahwa perbuatan Korut itu kemungkinan akan mempersulit kondisi dialog dan negosiasi denuklirisasi.


Kepala Staf Gabungan (JCS) menyatakan bahwa Korut meluncurkan dua proyektil yang diperkirakan rudal ke arah timur pada pukul 16:29 dan 16:49 waktu Korea, dan jarak tempuhnya masing-masing sekitar 420 kilometer dan 270 kilometer. Ketinggian kedua rudal itu diperkirakan mencapai sekitar 50 kilometer dan jatuh ke Laut Timur. 


Sementara itu, Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA) pada tanggal 10 Mei memberitakan bahwa Pemimpin Kim Jong-un memimpin latihan penembakan pasukan militer di kawasan perbatasan dan bagian barat.


Korsel dan Amerika Serikat (AS) sedang mengambil sikap serius dalam mengindentifikasikan proyektil Korut. Jika Korut meluncurkan rudal balistik, hal itu melanggar resolusi PBB dan juga mempersulit serangkaian masalah terkait. Bahkan, kedua negara tentu akan mengalami kesulitan dalam meneruskan pembicaraan dengan Korut.


Akan tetapi, para pakar militer berpendapat, bentuk proyektil Korut serupa dengan rudal balistik darat ke darat milik Rusia, yang bernama Iskander. Sebelumnya, Kementerian Pertahanan AS dalam pernyataannya pada tanggal 9 Mei mengatakan Korut meluncurkan beberapa rudal balistik. Sementara otoritas militer Korsel menyatakan proyektil Korut sebagai rudal jarak pendek dan tidak menyebutnya sebagai rudal balistik. Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (BIN) mengemukakan bahwa proyektil Korut kemungkinan adalah senjata tipe baru.


Menurut otoritas militer Korsel, belum dikonfirmasi jika Korut telah memiliki teknologi rudal Iskander. Iskander memiliki jarak tempuh 500 kilometer dan sanggup menembak seluruh daerah di Semenanjung Korea. Rudal ini mempunyai jalur penerbangan yang bervariasi sehingga sulit untuk dapat ditangkap dengan rudal Patriot dan Sistem Pertahanan Rudal Berbasis Darat (THAAD). 


Korut dinilai mengungkapkan keluhannya dan berniat menekan AS dengan rudal jarak pendek, bukan rudal balistik. Dengan demikian, Korut juga tampaknya mengatur tingkat provokasinya. AS menafsirkan, perbuatan Korut itu bermaksud ingin mempertahankan kondisi untuk berdialog dengan AS. Pelaksana Tugas Menteri Pertahanan AS Patrick Shanahan mengatakan pihaknya ingin mempertahankan diplomasi, dan Trump juga mengatakan hubungan dengan Korut masih berjalan.


Korsel sempat ragu untuk mengirimkan bantuan pangan kemanusiaan untuk Korea Utara akibat peluncuran rudal tersebut. Namun, pemerintah mempertahankan sikapnya untuk membantu Korut mengingat situasi pangan di Korut yang memprihatinkan. 

Pilihan Editor