Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Pemerintah Korsel Berikan Dana Bantuan Sebanyak 8 Juta Dolar buat Korut melalui Organisasi Internasional

#Isu Sepekan l 2019-06-08

Warta Berita

ⓒKBS News

Pemerintah Korea Selatan mengadakan rapat Komite Pendorong Kolaborasi Korea Selatan dan Utara pada tanggal 5 Juni dan memutuskan untuk memberikan dana bantuan untuk Korut senilai delapan juta dolar Amerika melalui dua organisasi internasional, yakni UNICEF dan Program Pangan Dunia (WFP).


Pemerintah Korsel memberitahukan keputusan tersebut kepada WFP dan UNICEF kemudian berencana mengirim dana ke rekening organisasi tersebut paling cepat pertengahan minggu depan.


Korsel terakhir kali memberikan dana bantuan untuk Korut senilai 800 ribu dolar Amerika melalui Dana Penduduk PBB (UNFPA) pada bulan Desember 2015 lalu. Pemerintahan Moon telah memutuskan pemberian dana sebanyak delapan juta dolar Amerika pada September 2017 lalu, namun dibatalkan karena provokasi Korut berturut-turut. Oleh karena itu, keputusan pemberian bantuan Korut kali ini sebenarnya merupakan keputusan yang telah ditetapkan pada tahun 2017 lalu.


Meskipun Komite Pendorong Kolaborasi Korea Selata dan Utara telah memberikan keputusan akhir, namun pada awalnya proses penyampaiannya tidak mudah. Suasana positif terkait pemberian dana bantuan Korut baru timbul setelah adanya kabar mengenai buruknya kondisi pangan di Korut. Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) dan WFP pada tanggal 3 Mei lalu mengumumkan laporan pemeriksaan resmi yang mengatakan kondisi pangan Korut saat ini merupakan yang terburuk dalam 10 tahun terakhir. Laporan ini memperhitungkan kekurangan pangan di Korut mencapai 1,36 juta ton pada tahun ini.


Berkat laporan tersebut, pendapat masyarakat Korsel terhadap bantuan Korut yang awalnya negatif berubah menjadi positif. Presiden AS Donald Trump juga turut mendukung Korsel untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada Korut. Namun, Korut kembali melakukan peluncuran rudal jarak pendek dan mengkritik pemberian bantuan kemanusiaan hanya berupa tambahan semata yang tidak dapat menyelesaikan isu utama.


Walau demikian, pemerintah Korsel mengonfirmasi bahwa bantuan kemanusiaan untuk penduduk Korut tidak ada hubungannya dengan kondisi politik dan pemberiannya disampaikan melalui organisasi internasional.


Keputusan pemerintah Korsel ditafsirkan untuk mengungkapkan tekadnya untuk menghidupkan momentum dialog dengan Korut. Setelah pemberian bantuan melalui organisasi internasional, pemerintah Korsel berencana memberikan bantuan pangan secara langsung kepada Korut.


Dalam kondisi dialog yang mengalami kebuntuan terkait denuklirisasi Korut, bantuan kemanusiaan Korut dapat berperan untuk membuka pintu dialog. Jika pemberian bantuan langsung dapat dilaksanakan, maka dialog antar-Korea juga kemungkinan dapat diadakan dan hal itu dapat menyelesaikan kebuntuan saat ini.

Pilihan Editor