Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Gagasan Oslo Presiden Moon Jae-in

#Isu Sepekan l 2019-06-15

Warta Berita

ⓒYONHAP News

Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in yang melakukan lawatan kenegaraan ke Norwegia pada tanggal 12 Juni mengumumkan gagasan baru terkait Korea Utara (Korut) dengan judul ‘perdamaian untuk masyarakat Korea’. Menyambut genap satu tahun peringatan KTT Korut dan Amerika Serikat (AS) yang pertama, bagaimana gagasan tersebut akan berpengaruh pada proses perdamaian di Semenanjung Korea menarik banyak perhatian.


Presiden Moon dalam ‘Forum Oslo’ di Universitas Oslo, Norwegia memberi pidato dengan tema ‘perdamaian aktif’. Moon mengatakan ‘perdamaian aktif’ tidak menimbulkan konflik kekerasan dan lebih maju satu langkah dibandingkan ‘perdamaian pasif’ sehingga menguntungkan kehidupan masyarakat Korea melalui kegiatan pertukaran dan kerja sama yang aktif. Oleh karena itu, perdamaian itu dapat mengubah hidup masyarakat Korea.


Moon mempercayai ‘perdamaian aktif’ itu dapat mendorong denuklirisasi dan pembentukan perdamaian di Semenanjung Korea. Presiden Moon menegaskan proses perdamaian di Semenanjung Korea dapat membongkar struktur perang dingin yang terakhir di wilayah Asia Timur.


Dalam pidatonya, Moon memberikan pesan untuk berfokus pada perdamaian di Semenanjung Korea dengan menyebut 53 kali kata ‘perdamaian’, 25 kali kata ‘masyarakat’, dan 15 kali kata ‘Semenanjung Korea’.


Satu hal yang menarik perhatian adalah usul kepada Korea Utara untuk membuat ‘komite perbatasan’ seperti yang dahulu dilakukan oleh Jerman Timur dan Barat. Menurutnya, kedua Korea harus terlebih menyelesaikan kerugian di daerah perbatasan, terkait ‘perdamaian yang mengubah kehidupan sehari-hari’.


‘Komite perbatasan’ didirikan berdasarkan kesepakatan Jerman Timur dan Barat pada tahun 1972 dan bertukar pendapat mengenai berbagai isu seperti bencana alam dan menyelesaikannya secara bersama. Melalui komite tersebut, kedua Jerman melanjutkan komunikasi dalam kondisi terpecahnya negara dan akhirnya berperan sebagai unsur positif dalam persatuan negara.


‘Gagasan Oslo’ dikeluarkan dalam kondisi dimana terlihat adanya perubahan hubungan Korut dan AS lewat surat dari Kim Jong-un untuk Trump menjelang peringatan satu tahun pernyataan bersama 12 Juni.


Sehubung dengan itu, Moon menegaskan bahwa yang diperlukan saat ini bukanlah visi dan deklarasi baru, melainkan pemahaman dan kepercayaan satu sama lain dan juga tekad untuk berdialog. Menurutnya, inilah tekad keras untuk pembentukan perdamaian di Semenanjung Korea yang mewujudkan ‘perdamaian aktif’.


Dengan demikian, langkah Presiden Moon sebagai penengah dalam pembicaraan Korut dan AS yang ketiga juga turut menarik perhatian.

Pilihan Editor