Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Pemerintah Korsel Turunkan Prediksi Pertumbuhan Ekonomi ke 2,4-2,5

#Ulasan Hari Ini l 2019-07-03

Warta Berita

ⓒKBS News

Perang dagang dan semikonduktor merupakan dua unsur utama yang mengakibatkan pemerintah Korea Selatan (Korsel) menurunkan rasio prediksi pertumbuhan ekonomi. Dua unsur ini juga membuat kemerosotan ekspor dan investasi berkepanjangan.


Penurunan rasio prediksi pertumbuhan ekonomi oleh pemerintah sebenarnya sudah diperkirakan. Rasio prediksi pertumbuhan tahun 2019 yang diumumkan pemerintah pada akhir tahun lalu adalah 2,6-2,7% dan pemerintah mengatakan angka itu bukan hanya prediksi saja melainkan target yang pasti akan dicapai.


Sebagaimana telah dijelaskan pemerintah, penurunan angka prediksi pertumbuhan tersebut dikarenakan unsur-unsur dari luar negeri. Terutama, 'perang dagang' antara Amerika Serikat (AS) dan China. Pada KTT AS dan China di sela-sela KTT G20 bulan lalu, kedua pihak telah menyepakati gencatan perang dagang untuk sementara. Kedua pihak sebenarnya saling melawan dengan isu bea masuk yang tinggi selama semester pertama tahun ini. AS dan China menunda penerapan bea masuk tambahan dan memulihkan perundingan, tapi masih ada unsur mengkhawatirkan.


AS dan China adalah negara ekspor terbesar bagi Korsel. China khususnya mengimpor produk antara dari Korsel kemudian mengekspor barang jadi dari produk antara yang diimpor itu ke AS. Dalam struktur itu, ekspor Korsel terpaksa terkena dampak.


Sebagai tambahan, sektor semikonduktor yang menduduki 20% dari seluruh ekspor Korsel sedang dalam keadaan merosot. Kemerosotan pasar semikonduktor berlangsung lama dan penurunan harganya pun memperburuk hasil ekspornya. Lebih buruk lagi, tindakan AS untuk membatasi transaksi dengan Huawei China mempersulit sektor semikonduktor.


Kondisi luar negeri yang diperburuk ini mengakibatkan ekspor Korsel berkurang. Khususnya, ekspor bulan Juni lalu menurun sebanyak 13,5% dan ini merupakan penurunan terendah dalam 3 tahun 5 bulan terakhir. Kemerosotan ekspor ini tentu saja bersambung ke kemerosotan investasi. Investasi fasilitas domestik untuk triwulan pertama tahun ini mengalami penurunan sebanyak 17,4% dibandingkan periode sama tahun lalu.


Mempertimbangkan kondisi itu, pemerintah membuat arah kebijakan ekonomi untuk semester kedua tahun 2019 yang berfokus pada investasi. Untuk meningkatkan kapasitas investasi perusahaan, pemerintah memberlakukan '3 paket insentif pajak'. Dengan berbagai kemudahan perpajakan terkait investasi, pemerintah dapat mengumpulkan investasi perusahaan. Pemerintah juga berencana mempercepat proses pemberian izin usaha agar investasi dapat dilakukan pada tahap awal. Dengan demikian, pemerintah akan mendorong investasi senilai 10 triliun won untuk proyek umum maupun sipil.


Namun demikian, ada pihak yang berpendapat negatif atas rasio prediksi pertumbuhan yang baru diumumkan pemerintah tersebut. Menurut mereka, langkah penurunan prediksi masih belum diyakini untuk bisa diwujudkan dan terdapat batasan dalam menarik investasi menggunakan rencana pendorong investasi pemerintah. Jika mempertimbangkan pembatasan ekspor baru yang diumumkan oleh Jepang untuk Korsel, prospek pertumbuhan ekonomi Korsel masih belum jelas.

Pilihan Editor