Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Pembekuan nuklir Korea Utara tampak pendekatan fleksibel Washington ke arah Pyongyang

#Ulasan Hari Ini l 2019-07-04

Warta Berita

ⓒKBS News

Garis besar pendekatan fleksibel yang baru-baru ini disinggung oleh  AS terungkap secara bertahap. Tampaknya Washington menetapkan ‘pembekuan fasilitas nuklir Korea Utara’ sebagai permulaan menuju denuklirisasi yang lengkap. Di sisi lain, mereka mengusulkan pemberian bantuan, pertukaran personel dan pembukaan kantor perwakilan di negara masing-masing.


Sejak bulan Juni lalu, perwakilan khusus untuk kebijakan Korea Utara di Kementerian Luar Negeri AS Stephen Biegun menyebutkan ‘pendekatan fleksibel’. Dalam sebuah forum di lembaga kajian di Washington pada tanggal 19 Juni, dia mengungkit secara terbuka perlunya pendekatan fleksibel soal denuklirisasi. Memang, pernyataan Biegun pada hari itu memudar menyusul pernyataan kementerian keuangan AS untuk menerapkan sanksi pada sebuah perusahaan keuangan Rusia. Namun pertemuan puncak singkat antara Korea Utara dan AS yang terwujud di desa perbatasan Panmunjom, membuktikan arah kebijakan Biegun tersebut sebagai kenyataannya.


Hal yang paling menarik perhatian adalah cara spesifik terkait yang telah diusulkannya. Pertama-tama, Washington mengusulkan pembekuan fasilitas nuklir Korea Utara. Hal ini dianggap sebagai perubahan yang sangat besar. AS sejauh ini bersikeras pada ‘kesepakatan yang besar’ yang mengarah pada denuklirisasi yang lengkap, terverifikasi, dan menyeluruh. Gaya dialog ‘top-down’ justru dilandasi pada kesepakatan yang besar itu. Bahkan Washington dulu menggangap pendekatan bertahap Korea Utara untuk mendapat imbalan yang sesuai, sebagai penipuan. Dengan kata lain, jika pembekuan nuklir dijadikan tujuan pertama, dapat dikatakan hal ini adalah pendekatan bertahap secara luas.


Namun, berbeda dengan pendekatan bertahap itu, Biegun secara jelas menggarisbawahi pencabutan sanksi pada Korea Utara mungkin terjadi hanya jika denuklirisasi sepenuhnya tercapai. Sebagai gantinya, dia mengusulkan perbaikan hubungan Korea Utara dan AS. Pemerintahan Washington tampaknya tengah membuat peta jalan dimulai dari pembekuan nuklir hingga pembongkaran nuklir yang lengkap. Dengan merevisi sebagian ‘kesepakatan besar’ dalam prosesnya, AS mungkin berkoordinasi mengenai upaya denuklirisasi bertahap dan imbalan yang sesuai. Singkatnya, sejalan dengan kemajuan dalam proses denuklirisasi, akan tersedia langkah yang merinci, seperti jaminan keamanan rezim dan pelonggaran sanksi.


Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un telah sepakat melanjutkan pertemuan tingkat kerja pada pertemuan mereka di DMZ. Ada yang berspekulasi bahwa pembicaraan tingkat kerja itu tidak mudah dilanjutkan, karena keduanya sulit mempersempit perbedaan pandangan mereka. Beberapa pengamat menunjukkan bahwa imbalan sesuai dari Biegun, seperti pemberian bantuan sudah diangkat sebelumnya. Selain itu, sejumlah pengamat menegaskan bahwa pembekuan dan pembongkaran fasilitas nuklir di Yongbyeon yang sudah usang, tidak memiliki makna yang signifikan. Oleh karena itu, fasilitas-fasilitas lain yang tersembunyi, harus terlibat dalam pembekuan nuklir. Dalam hal ini, perhatian juga ditujukan pada Presiden Trump yang berulang kali menyebut dirinya tidak terburu-buru.

Pilihan Editor