Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

ICBM Korea Utara Dinilai Mampu Menyerang Seluruh Daratan AS

#Ulasan Hari Ini l 2019-07-11

Warta Berita

ⓒYONHAP News

Ancaman Korea Utara yang paling berbahaya tidak lain adalah kemampuan rudal, bukan hulu ledak nuklirnya. Meskipun hulu ledak nuklir sudah dimiliki, kemampuannya akan menjadi sia-sia kalau tidak mampu menembak tepat pada targetnya. Pasukan Amerika Serikat di Korea Selatan pertama kalinya secara resmi mengakui kemampuan rudal Korea Utara yang dapat menyerang wilayah Amerika manapun. Beberapa sudut pandangan tampaknya mengakui kemampuan nuklir Korea Utara.


Selama puluhan tahun terakhir, Korea Utara telah mengembangkan senjata pemusnah massal dengan mengerahkan seluruh kekuatan nasional.  Korea Utara melanjutkan pengembangan senjata nuklir secara diam-diam, sekaligus menerima imbalan atas pengabaian pembangunan reaktor air ringan. Pyongyang memang menganggap bahwa pengembangan senjata pemusnah massal merupakan satu-satunya solusi untuk mengamankan jaminan rezimnya.


Akibatnya, Korea Utara berhasil merampungkan sistem rudal balistik yang mampu menyerang lawannya dengan membawa hulu ledak nuklir. Sesuai cara terbangnya, rudal terbagi dua, yakni rudal jelajah dan rudal balistik. Rudal jelajah mampu menembak sasarannya dengan tepat, namun dapat dicegat dengan mudah, karena terbang lebih lambat dengan ketinggian yang rendah daripada rudal balistik. Rudal jelajah sepenuhnya diarahkan hingga mencapai targetnya, sementara rudal balistik hanya diinduksi selama proses pembakaran roket, dan kemudian melakukan penerbangan balistik. Artinya rudal balistik sulit dicegat karena keluar dari atmosfer dan kemudian kembali untuk mencapai target.


Melihat kategori menurut jangkauan, rudal balistik terbagi menjadi rudal balistik jarak pendek, jarak menengah dan rudal balistik antar-benua. Ada pula rudal balistik kapal selam (SLBM). Korea Utara telah menyelesaikan sistem rudal balistik antar-benua, sementara banyak penduduknya yang menderita kelaparan. Korea Utara memiliki rudal balistik jarak pendek dengan perkiraan jangkauan maksimal 729 kilometer, rudal balistik jarak menengah-MRBM dengan jangkauan seribu kilometer seperti rudal Bugukseong dan rudal Rodong. Terdapat pula rudal balistik jarak medium antar benua (IRBM) dengan jangkauan tiga ribu kilometer, yakni Hwasong-10 dan 12. Rudal Hwasong-15 yang sudah diakui kemampuannya oleh Pasukan AS di Korea Selatan adalah rudal balistik antar-benua, ICBM. Diperkirakan bahwa Korea Utara telah memiliki SLBM dan tengah membangun kapal selam untuk menggunakannya dalam pertempuran.


Senjata pemusnah massal (WMD) termasuk nuklir dan rudal, ditujukan untuk memenangkan medan perang. Pada akhirnya, ICBM menargetkan masyarakat umum, dan dengan alasan itu, pengembangan WMD dilarang. Denuklirisasi yang lengkap mengarah pada penghapusan WMD dan bahkan penghentian pengembangan senjata tersebut. Dengan demikian, denuklirisasi Korea Utara mencakup rudal balistik hingga hulu ledak nuklir. Penilaian terbaru pasukan AS mengenai kemampuan rudal Korea Utara dapat dilihat ke dalam dua sisi. Pertama, AS sudah bersedia untuk memandang Korea Utara sebagai negara berkekuatan nuklir. Kemudian di sisi militer, mereka perlu mengevaluasi strategi lawannya secara akurat.

Pilihan Editor