Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Presiden Moon Gelar Pertemuan dengan Konglomerat Korsel untuk Menanggulangi Pembatasan Ekspor Jepang

#Isu Sepekan l 2019-07-13

Warta Berita

ⓒYONHAP News

Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in menggelar pertemuan di Kantor Kepresidenan Cheongwadae pada tanggal 10 Juli dengan lima orang konglomerat dan 25 pemimpin perusahaan besar.


Dalam membahas penanggulangan mengenai pembatasan ekspor Jepang,  Moon mendesak Jepang untuk membalas upaya pemerintah Korsel untuk menyelesaikan pembatasan ekspor Jepang secara diplomasi.


Sebelumnya pada tanggal 8 Juli, Moon juga telah meminta Jepang menarik tindakan tersebut dengan mengatakan bahwa pemerintah Korsel akan mengambil tindakan penanggulangan yang sesuai jika terjadi kerugian bagi perusahaan Korsel dengan tindakan balasan ekonomi Jepang tersebut.


Moon menunjukkan pembatasan ekspor Jepang merupakan tindakan dengan tujuan politis dan tidak layak jika pemerintah Jepang mengkaitkannya dengan sanksi terhadap Korea Utara (Korut).


Saat mengumumkan pembatasan ekspor tersebut pada tanggal 1 Juli, Jepang mengatakan telah terjadi hal yang kurang baik di Korsel. Kemudian pada tanggal 7 Juli, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan bahwa Korsel seharusnya mematuhi sanksi terhadap Korut dengan baik.


Dalam pertemuan dengan para pengusaha di Cheongwadae, Moon menegaskan tindakan Jepang tentu akan merugikan perekonomian kedua negara maupun dunia sehingga pemerintah Korsel akan meminta bantuan komunitas internasional dalam menyelesaikan masalah tersebut.


Pembatasan ekspor Jepang ke Korsel melibatkan tiga bahan utama untuk layar televisi dan ponsel pintar. Jepang mencabut nama Korsel dalam daftar negara yang tidak perlu mendapat izin pemerintah jika produsen Jepang mengekspor ketiga bahan tersebut. Pemerintah Jepang dapat menunda atau membatalkan ekspor bahan tersebut.


Tiga bahan itu merupakan bahan yang paling penting dalam hal produksi semikonduktor dan panel layar yang merupakan barang ekspor utama bagi Korsel. Bahkan bahan-bahan itu kebanyakannya diimpor hanya dari Jepang dan tidak mudah mendapat jalur impor lain. Oleh karena itu, raksasa semikonduktor Korsel seperti Samsung, LG, dan SK akan mendapat dampak yang besar pada produksinya.


Di Jepang sendiri ada pihak yang mengkhawatirkan tindakan Abe karena tidak hanya akan mencegah perusahaan Jepang mengekspor produk mereka namun juga akan menghambat pasokan produk dari Korea dan hal tersebut dapat menjadi bumerang.


Presiden Moon menegaskan solusi diplomatis, namun pemerintah Korsel mempertimbangkan penggugatan ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) selain menghimbau komunitas internasional untuk turut berpartisipasi dalam menyelesaikan masalah tersebut.


Di pihak lain, ada yang mengatakan Korsel harus mengurangi ketergantungan pada luar negeri dalam menyediakan bahan komponennya secara mandiri kedepannya.


Moon dalam pertemuan dengan pengusaha Korsel mengatakan pemerintahnya akan memperbanyak anggaran untuk menumbuhkan industri komponen dan peralatan domestik selain menyediakan kemudahan perpajakan dan perbankan bagi perusahaan.

Pilihan Editor