Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Pemerintah Korsel Rencana Belanjakan 75% Anggaran Tambahan pada Bulan September

#Ulasan Hari Ini l 2019-09-04

Warta Berita

ⓒKBS News

Pemerintah Korea Selatan mengeluarkan kebijakan tambahan untuk menguatkan vitalitas ekonomi dalam rangka menghadapi kondisi ekonomi yang kian melemah. Ekonomi Korea Selatan sedang mengalami pelemahan 

seiring dengan melesunya ekspor dan investasi, serta pertumbuhan konsumsi yang melambat. Pemerintah Korea Selatan berencana mencegah pelemahan tersebut dengan menyuntikkan anggaran tambahan secara agresif agar dapat memutar balikkan kondisi saat ini.


Wakil Perdana Menteri Urusan Perekonomian Korea Selatan Hong Nam-ki menilai risiko jatuhnya ekonomi cenderung meningkat. Hal itu disebabkan oleh kondisi ekonomi global yang melemah dan ketidakpastian yang meningkat, serta aksi balasan ekonomi Jepang terhadap Korea Selatan. Oleh karena itu, pemerintah Korea Selatan menyatakan pihaknya berencana untuk segera melaksanakan kebijakannya untuk menguatkan vitalitas ekonomi untuk semester kedua tahun ini. Hong menambahkan kebijakan tambahan tersebut merupakan hasil pertimbangan setelah pengumuman arah kebijakan ekonomi untuk semester kedua. Tampaknya pemerintah Korea Selatan memandang kondisi ekonomi saat ini sebagai isu yang serius. 


Inti kebijakan tambahan tersebut adalah investasi keuangan. Pertama-tama, pemerintah Korea Selatan pada bulan September berencana membelanjakan 3,7 triliun won, yang merupakan 75 persen dari seluruh anggaran tambahan. Selain itu, pemerintah Korea Selatan juga mengubah 14 rencana pengelolaan modal sehingga melakukan investasi sebanyak 1,6 triliun won. Di samping itu, proyek investasi senilai 1 triliun won yang pelaksanaannya direncanakan tahun depan akan dijalankan pada semester kedua tahun ini. Dengan demikian, investasi lembaga publik juga meningkat hingga 55 triliun won. Selain itu, dilaksanakan perencanaan untuk meningkatkan ekspor dengan cara memberikan kemudahan dan dukungan bagi perusahaan.  


Pemerintah Korea Selatan berupaya sekuat mungkin untuk meningkatkan vitalitas ekonomi dengan ekspansi keuangan. Kebijakan terbaru ini merupakan tambahan untuk memperkuat kebijakan yang sudah ada sehingga pembelanjaan keuangan pemerintah pusat ditingkatkan ke level tertinggi dalam sejarahnya. Pemerintah Korea Selatan ingin menghidupkan ekonomi dengan pengeluaran keuangan negara terbanyak dalam sejarah demi mencegah penurunan ekonomi negaranya.  


Kesulitan ekonomi Korea Selatan merupakan dampak dari konflik dagang Amerika Serikat dan China, penurunan harga semikonduktor, dan pembatasan ekspor Jepang terhadap Korea Selatan. Selain itu, rasio pertumbuhan ekonomi Korea Selatan menurun dan sentimen perusahaan dan konsumen juga ikut membeku.  


Pemerintah Korea Selatan telah menurunkan rasio proyeksi pertumbuhan ekonominya ke kisaran 2,4-2,5%. Prediksi itu lebih tinggi daripada prediksi lembaga lain. Dalam kondisi seperti itu, indikasi sentimen ekonomi bulan Agustus mencatat level 88,4, terendah sejak November 2012. Dengan mengecualikan unsur musiman, angka tersebut merupakan yang terendah dalam satu dekade sejak Mei 2009, setelah krisis keuangan global. Indikasi sentimen ekonomi dihasilkan dengan menambah indeks sentimen bisnis dan indeks sentimen konsumen gabungan.


Terkait dengan hal tersebut, Hong juga sempat menegaskan pemulihan proses pertumbuhan dengan menggunakan anggaran tambahan secara aktif dengan menghadirkan kebijakan tambahan untuk mendorong vitalitas ekonomi.


Rasio kenaikan harga konsumen pada bulan Agustus lalu mencatat minus 0,038%, terendah sejak mencatat hasil statistik terkait untuk pertama kalinya pada tahun 1965 silam. Artinya, semakin lama ekonomi Korea Selatan semakin kehilangan vitalitasnya.


Pemerintah Korea Selatan mengharapkan perekonomian di bidang swasta dapat diaktifkan dengan investasi keuangan yang agresif tersebut.

Pilihan Editor